Logo

UNUJA - Lembaga Pusat Layanan Masyarakat

PKM Tanggap Bencana Santri (TBS)  dengan Pembentukan Tim Siaga dan Jalur Evakuasi Bencana Gempa Bumi Melalui Pelatihan dan Edukasi Mitigasi dan Pertol

Bagikan:

Rabu, 20 Mei 2026

Diakses: 0 kali

Responsive image

LAPORAN AKHIR

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PKM Tanggap Bencana Santri (TBS)  dengan Pembentukan Tim Siaga dan Jalur Evakuasi Bencana Gempa Bumi Melalui Pelatihan dan Edukasi Mitigasi dan Pertolongan Pertama Bencana di PP. Nurul Jadid Wilayah Azzainiyah

 

 

 

Disusun oleh:

 

Ketua Tim

:

Baitus Sholehah, M.Kep.

NIDN 0729048803

Anggota

:

Husni Hidayanti

NIM 2231800001

Anggota

:

Hana Thufailah Usdah

NIM 2231800057

Anggota

:

Iffatul Askiah

NIM 2231800068

Anggota

:

Ika Nanda Ulfiah

NIM 2231800050

Anggota

Anggota

 

:

:

Jannatul Firdausi Nuzula

Jenny Ineza Faharani 

NIM 2231800052

NIM 2231800027

 

 

 

 

 

Lembaga Penerbitan, Pengabdian, dan

Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M)

Universitas Nurul Jadid

Paiton Probolinggo

Tahun 2025

 

 

PKM Tanggap Bencana Santri (TBS)  dengan Pembentukan Tim Siaga dan Jalur Evakuasi Bencana Gempa Bumi Melalui Pelatihan dan Edukasi Mitigasi dan Pertolongan Pertama Bencana di PP. Nurul Jadid Wilayah Azzainiyah

 

Abstrak :

Probolinggo merupakan Kabubaten terdampak zona subduksi antara lempeng indo Australia dan lempeng Eurasia yang terletak di Selatan pulau Jawa yang menjadi penyebab utama gempa. Pondok pesantren Nurul Jadid adalah salah satu pondok pesantren yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Pondok pesantren ini belum pernah melakukan pendidikan kebencanaan khususnya pertolongan pertama jika terjadi bencana gempa bumi. Pembentukan tim siaga dan pemetaan jalur evakuasi serta perlu adanya pelatihan dan edukasi mitigasi bencana gempa bumi sangat penting untuk diterapkan di pondok pesantren Nurul Jadid ini. Tujuan adanya pengabdian ini ialah untuk mengetahui tingkat kesadaran santri dalam mitigasi bencana gempa bumi  dan membentuk tim siaga bencana gempa bumi serta membuat pemetaan jalur evakuasi di pondok pesantren Nurul Jadid khususnya pada pondok putri wilayah Az-zainiyah. Edukasi yang akan diberikan salah satunya menggunakan media komik yang dapat meningkatkan pengetahuan santri terhadap kesiapsiagaan pertolongan pertama bencana gempa bumi. Dengan pengabdian ini diharapkan adanya peningkatan pengetahuan santri terkait bencana gempa bumi dan terbentuknya tim siaga bencana gempa bumi dan pemetaan jalur evakuasi di pondok pesantren nurul jadid khususnya di pondok putri wilayah Az-zainiyah.

Kata Kunci: : Tanggap Bencana Santri; Pelatihan; Mitigasi; Pertolongan Pertama; Santri

 

Abstract:

Probolinggo is a regency affected by the subduction zone between the Indo-Australian Plate and the Eurasian Plate,located in the southern part of Java Island, which is the primary cause of earthquakes. The Nurul Jadid Islamic boarding school is one of the Islamic boarding schools located in the Probolinggo Regency of East Java. This boarding school has never conducted disaster on disaster preparedness, particularly first aid in the event of an earthquake. The formation of an emergency response team, mapping of evacuation routes, and the need for training and education on earthquake disaster mitigation are crucial to implement at the Nurul Jadid Islamic boarding school.

The objective of this community service initiative is to assess the level of awareness among students regarding earthquake disaster mitigation, form an earthquake emergency response team, and mapping evacuation routes at the Nurul Jadid Islamic boarding school, particularly

at the Az-zainiyah women's dormitory. One of the educational methods to be used is comic books, which can enhance students' knowledge of earthquake disaster preparedness and first aid. Through this community service initiative, it is hoped that students' knowledge regarding earthquake disasters will increase and the formation of an earthquake disaster response team and evacuation route mapping at the Nurul Jadid Islamic boarding school, particularly in the Az-zainiyah women's dormitory.

 

Keywords: Disaster Response for Students; Training; Mitigation;First Aid; Students

BAB 1

                                                            PENDUHULUAN         

 

  1. Analisis Situasi

      Dari segi kebumian, Indonesia merupakan daerah yang sangat menarik. Indonesia terletak diantara tiga lempeng tektonik yakni lempeng eurasia, lempeng pasifik dan lempeng Indo-Australia. Secara geografis Indonesia terletak pada rangkaian cincin api yang membentang sepanjang lempeng pasifik yang merupakan lempeng tektonik paling aktif di dunia. Zona ini memberikan kontribusi sebesar hampir 90% dari kejadian gempa di bumi dan hampir semuanya merupakan gempa besar di dunia (Cahyo et al., 2023)

    Pada tahun 2022 BPBD kabupaten probolinggo menyebutkan bahwa ada 3 sesar atau patahan yang memicu terjadinya gempa di kabupaten probolinggo, dan pada bulan Agustus tahun 2024 kemarin BMKG menemukan sesar aktif di daerah perbatasan Situbondo-Probolinggo. Maka dari paparan singkat tersebut warga probolinggo hendaknya mempersiapkan diri dan meminimalisir dampak yang akan terjadi.

       Akan tetapi kondisi lapangan khususnya santri yang ada di pondok pesantren belum memiliki pengetahuan yang lebih luas untuk meminimalisir dampak tersebut.

      Pondok Pesantren Nurul Jadid ialah Lembaga Pendidikan islam yang berada di desa paiton kabupaten probolinggo, pondok pesantren ini memiliki sekitar kurang lebih 20.000 santri. Dan santri dipesantren ini masih minim pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana terutama gempa bumi.

       Kesiapsiagaan dalam pengurangan risiko bencana gempa bumi sangat penting. Mengingat masih tergolong rendahnya pengetahuan para santri dalam menghadapi bencana gempa bumi, sehingga dikhawatirkan saat terjadi gempa bumi banyak menimbulkan korban jiwa. Ditambah lagi belum adanya pelatihan mitigasi bencana gempa bumi di pondok pesantren akan memperparah dampaknya. Sedangkan dengan adanya kesiapsiagaan dapat meminimalisir dampak gempa bumi seperti luka-luka, patah tulang, menurunya kasus penyakit menular yang di akibatkan karena arus pengungsian

             

 

    Wilayah az zainiyah adalah salah satu pondok di pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Wilayah tersebut rata rata memiliki bangunan yang bertingkat yang sangat beresiko apabila terjadi gempa bumi, dan Kawasan wilayah az zainiah ini masih belum memiliki infrastruktur jalur evakuasi. Dan kesiapsiagaan yang tidak dilatih sejak dini tidak akan meningkatkan pengetahuan yang cukup luas bagi setiap santri, Persiapan dalam penanganan pertama yang matang sangat dibutuhkan bagi setiap santri. Maka dari itu Kami Tim KKN Mahasiswi Keperawatan Universitas Nurul Jadid mengadakan sosialisasi kesiapsiagaan santri terhadap bencana, dan melakukan pemetaan jalur evakuasi. Penentuan jalur evakuasi melibatkan peran santri dan pengurus pesantren dengan tujuan upaya dan tindakan mitigasi yang sesuai dengan kondisi lingkungan

  1. Rumusan Masalah
  1. Bagaimana tingkat kesadaran santri Pondok Pesantren Nurul Jadid wilayah Az-Zainiyah terhadap mitigasi dan kesiapsiagaan bencana gempa bumi?
  2. Bagaimana proses pembentukan Tim Siaga Bencana Gempa Bumi di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid wilayah Az-Zainiyah?

 

  1. Manfaat & Tujuan
  1. Manfaat
  1. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran santri terhadap potensi dan risiko bencana gempa bumi.
  2. Terbentuknya tim siaga bencana yang siap bertindak cepat dalam kondisi darurat.
  3. Santri mampu melakukan pertolongan pertama secara mandiri dan tepat dalam situasi darurat.
  1. Tujuan
  1. Mengetahui tingkat kesadaran santri terhadap mitigasi dan kesiapsiagaan bencana gempa bumi.
  2. Membentuk Tim Siaga Bencana Gempa Bumi yang tanggap dan terlatih di lingkungan pondok pesantren.
  3. Memberikan pelatihan dan edukasi kepada santri mengenai mitigasi bencana dan pertolongan pertama saat gempa bumi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

METODE PELAKSANAAN

  1. Tahap Pelaksanaan

Dari masalah mitra yang telah dijabarkan adanya edukasi dan pelatihan mitigasi bencana gempa bumi sangat diperlukan bagi setiap santri untuk meningkatkan pengetahuan santri dalam pertolongan pertama saat bencana gempa bumi. Pembentukan tim siaga dan jalur evakuasi juga sangat penting, karna nantinya juga akan sangat diperlukan apabila sewaktu waktu terjadinya bencana terutama gempa. (Esperanza & Simanjuntak, 2019)

Pelaksanaan kegiatan dikemas dalam bentuk sosialisasi ekualitatif yang didasarkan atas persamaan kedudukan antara yang melakukan sosialisasi yakni tim KKN mahasiswi keperawatan universitas nurul jadid kepada santri yang terdiri atas 5 tahap. Tahap pertama, sosialisasi: diawali dengan pemberian materi mitigasi bencana. Tahap kedua: observasi  pemahaman keberadaan jalur evakuasi. Tahap ketiga, penentuan tempat: rabu jalur evakuasi dan titik kumpul yang mudah dilihat. Tahap keempat, pemasangan rambu oleh partisipan komunitas pasar, Tahap kelima, umpan balik atas rangkaian kegiatan dan evaluasi sebagai bentuk pendampingan untuk santri.(Banowati et al., 2024)

Dengan pembuatan jalur evakuasi di pondok pesantren nurul jadid wilayah az zainiyah dapat digunakan untuk mempermudah seluruh santri jika suatu saat terjadi suatu bencana, menjadikan santri serta pengurus pesantren mengetahui jalur untuk evakuasi dan keluar dari gedung mencari tempat yang lebih aman dan juga memudahkan tim tanggap darurat dalam mengidentifikasi orang yang hilang atau tidak berada di titik kumpul setelah proses evakuasi dilakukan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk merencanakan, mengumpulkan data dan meninjau hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan jalur evakuasi dan titik kunpul (Assembly Point) sesuai aturan. (Alvionita Damayanti, 2023)

 

  1. Partisipasi Mitra

Partisipasi pihak pesantren pada program ini sangat baik, terlihat bagaimana pengurus pesantren menyediakan segala kebutuhan yang dibutuhkan oleh tim KKN Mahasiswi Keperawatan Universitas Nurul Jadid. Pihak pesantren menyediakan beberapa fasilitas seperti aula pertemuan untuk sosialisasi dalam mengukur tingkat pengetahuan santri, dan mengizinkan santri untuk mengikuti program yang ada.

Pihak pesantren juga mengizinkan tim KKN Mahasiswi Keperawatan Universitas Nurul Jadid untuk melakukan pemetaan jalur evakuasi di wilayah az-zainiyah bukan hanya itu saja, pengurus pesantren turut mendampingi pelaksanaan edukasi mitigasi bencana gempa bumi, berperan aktif dalam mendampingi santri selama proses penyuluhan dan simulasi, serta memberikan motivasi agar santri mengikuti kegiatan dengan serius..

 

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

            Pendidikan mitigasi kebencanaan merupakan sebuah ikhtiar untuk mempersiapkan diri dalam mengantisipasi risiko bencana alam seperti gempa, tsunami maupun bencana yang dihasilkan akibat human error, seperti kebakaran, dan banjir (Rakuasa & Mehdila, 2023). Dalam hal merespon hal tersebut dari kami tim KKN Mahasiswi Keperawatan Universitas Nurul Jadid melakukan perencanaan pengabdian kepada masyarakat sebagaimana yang telah tergambar sebelumnya .

Pendidikan kesehatan identik dengan penyuluhan kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan bagian dari promosi kesehatan dan penyuluhan merupakan metode dari promosi kesehatan (Pakpahan et al., 2021). Pendidikan   kesehatan   merupakan   suatu   proses   untuk   membantu   membuat   keputusan berdasarkan   pengetahuan   untuk   meningkatkan   dan   mempengaruhi   kemampuan   dalam memelihara kesehatan yang tidak hanya ditandai dengan peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku (praktik) individu saja, tetapi juga meningkatkan dan memperbaiki lingkungan dalam rangka mendorong terciptanya kesadaran akan kesehatan secara penuh. (Zakiyah & Febriati, 2023). Maka dari itu kami tim KKN Mahasiswi Keperawatan Universitas Nurul Jadid melakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan santri terhadap penangana pertama terhadap bencana gempa bumi, dengan hasil ada peningkatan yang segnifikan.

Ada peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pelatihan dan edukasi mitigasi yang dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2025 di aula Wilayah Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan ini dilakukan dengan media komik dan kusioner untuk mengukur tingkat pengetahuan santri terhadap penanganan pertama bencana gempa

Pembuatan jalur evakuasi di pondok pesantren nurul jadid wilayah az zainiyah dapat digunakan untuk mempermudah seluruh santri jika suatu saat terjadi suatu bencana, menjadikan santri serta pengurus pesantren mengetahui jalur untuk evakuasi dan keluar dari gedung mencari tempat yang lebih aman dan juga memudahkan tim tanggap darurat dalam mengidentifikasi orang yang hilang atau tidak berada di titik kumpul setelah proses evakuasi dilakukan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk merencanakan, mengumpulkan data dan meninjau hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan jalur evakuasi dan titik kunpul.

Pemetaan jalur evakusi ini menggunakan 5 tahapan:

  1. Tahap pertama, sosialisasi: diawali dengan pemberian materi mitigasi bencana.  Pemberian materi edukatif mengenai mitigasi bencana, khususnya gempa bumi. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dasar santri dan pengurus tentang pentingnya kesiapsiagaan serta fungsi dari jalur evakuasi.

 

  1. Tahap kedua: observasi  pemahaman keberadaan jalur evakuasi. Tim KKN Mahasiswi Universitas Nurul Jadid bersama pengurus melakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan pesantren serta menilai sejauh mana pemahaman santri terhadap keberadaan jalur evakuasi yang telah atau belum tersedia.

 

  1. Tahap ketiga, penentuan tempat: rabu jalur evakuasi dan titik kumpul yang mudah dilihat. penentuan lokasi jalur evakuasi dan titik kumpul dilakukan oleh tim KKN Mahasiswi Universitas Nurul Jadid bersama pengurus serta tim siaga terpilih . Lokasi ditentukan berdasarkan kemudahan akses, keterlihatan, serta jarak aman dari bangunan yang berpotensi roboh saat terjadi gempa

 

  1. Tahap keempat, pemasangan rambu oleh Pengurus pesantren dan timsiaga terpilih pemasangan rambu evakuasi, yang dilakukan oleh pengurus pesantren dan tim siaga terpilih di titik-titik strategis, agar mudah dikenali oleh seluruh santri saat kondisi darurat.

 

  1. Tahap kelima, umpan balik atas rangkaian kegiatan dan evaluasi sebagai bentuk pendampingan untuk santri. Dalam tahap ini, dilakukan peninjauan terhadap seluruh proses kegiatan sekaligus memberikan pendampingan kepada santri agar pemahaman dan kesiapannya dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

Setelah adanya Program ini, program lanjutan yang bisa dilakukan di wilayah az-zainiyah pondok pesantren nurul jadid ialah melakukan pelatihan lanjutan yang dilakukan oleh tim siaga terpilih terhadap setiap santri secara menyeluruh dan melakukan simulalasi kesiapsiagaan minimal 1 bulan 1 kali yang melibatkan seluruh santri dan pengurus pesantren

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

KESIMPULAN

Kesiapsiagaan dalam pengurangan risiko bencana gempa bumi sangat penting. Mengingat masih tergolong rendahnya pengetahuan para santri dalam menghadapi bencana gempa bumi, sehingga dikhawatirkan saat terjadi gempa bumi banyak menimbulkan korban jiwa. Ditambah lagi belum adanya pelatihan mitigasi bencana gempa bumi di pondok pesantren akan memperparah dampaknya.

Ada peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pelatihan dan edukasi mitigasi yang dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2025 di aula Wilayah Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan ini dilakukan dengan media komik dan kusioner untuk mengukur tingkat pengetahuan santri terhadap penanganan pertama bencana gempa

Pembuatan jalur evakuasi di pondok pesantren nurul jadid wilayah az zainiyah dapat digunakan untuk mempermudah seluruh santri jika suatu saat terjadi suatu bencana, menjadikan santri serta pengurus pesantren mengetahui jalur untuk evakuasi dan keluar dari gedung mencari tempat yang lebih aman dan juga memudahkan tim tanggap darurat dalam mengidentifikasi orang yang hilang atau tidak berada di titik kumpul setelah proses evakuasi dilakukan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk merencanakan, mengumpulkan data dan meninjau hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan jalur evakuasi dan titik kunpul.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Alvionita Damayanti. (2023). Upaya Pembuatan Jalur Evakuasi Dan Titik Kumpul Pada Rumah Tahanan Kelas IIB Blora. Jurnal Pelayanan Dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(1), 29–35. https://doi.org/10.55606/jppmi.v2i1.243

Banowati, E., Sriyanto, S., Ramadhan, M. F., Pramita, W., & Wijayanti, L. A. (2024). Jurnal Bina Desa Pendampingan Pembuatan Jalur Evakuasi Guna Mitigasi Bencana Bagi Komunitas Pasar Desa Di Lereng Muria Pendahuluan. 6(3), 427–435.

Cahyo, F. D., Ihsan, F., Roulita, R., Wijayanti, N., & Mirwanti, R. (2023). Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Dalam Keperawatan: Tinjauan Penelitian. JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang), 18(1), 87–94. https://doi.org/10.36086/jpp.v18i1.1525

Esperanza, A., & Simanjuntak, S. M. (2019). Pengetahuan tentang Kesiagaan Bencana Melalui Promosi dan Pelatihan Siaga Gempa Bumi. Media Karya Kesehatan, 3(1), 1–14. https://doi.org/10.24198/mkk.v3i1.22742

Rakuasa, H., & Mehdila, M. C. (2023). Penerapan Pendidikan Mitigasi Bencana Gempa Bumi untuk Siswa dan Guru di SD Negeri 1 Poka, Kota Ambon, Provinsi Maluku. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(3), 441–446. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.1138

Zakiyah, Z., & Febriati, L. D. (2023). Efektifitas Pendidikan Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan Masa Klimakterium. Jurnal Keperawatan, 15(2), 927–932. https://doi.org/10.32583/keperawatan.v15i2.882

Arisona, R. D., Mufidah, N., & Amiruddin. (2022). Pelatihan Mitigasi Bencana Gempa Bumi Melalui Pembentukan Kader Santri Siaga Gempa Bumi (SSGB) di Kabupaten Ponorogo. Manhaj, 11, 132–146. https://trilogi.ac.id/journal/ks/index.php/jpmikp/article/view/700.

Finali, Z., Zulfatul, M. A., & Adi Yunanto, R. (2022). Pelatihan Mitigasi Bencana Pada Santri Usia Sekolah Di Yayasan Subulus Salam Kabupaten Jember. Jurnal Pengabdian Masyarakat IKM, 3(2), 97–103. www.trilogi.ac.id

Kurniawan, A., Rai, I. N., & Saraswati, D. P. (2023). Santri Siaga Bencana Untuk Pembangunan Berkelanjutan. AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(6), 720–725.

Berita Terkait

PKM Pendampingan Juru Pantau Jentik (Jumantik) dalam Meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Pondok Pesantren Nurul Jadid

Rabu, 20 Mei 2026

PEMBERDAYAAN SANTRI DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH MELALUI PEMERIKSAAN JENTIK NYAMUK DAN EDUKASI KESEHATAN DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID

Rabu, 20 Mei 2026

PKM Tanggap Bencana Santri (TBS)  dengan Pembentukan Tim Siaga dan Jalur Evakuasi Bencana Gempa Bumi Melalui Pelatihan dan Edukasi Mitigasi dan Pertol

Rabu, 20 Mei 2026

Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291

Lembaga Pusat Layanan Masyarakat

© 2023 Universitas Nurul Jadid