UNUJA - Lembaga Pusat Layanan Masyarakat
Rabu, 20 Mei 2026
Diakses: 0 kali
L A P O R A N
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

![]() |
PKM Pendampingan Juru Pantau Jentik (Jumantik) dalam Meningkatkan
Angka Bebas Jentik (ABJ) di Pondok Pesantren Nurul Jadid
Disusun oleh:
|
Ketua Tim |
: |
Ahmad Kholid Fauzi, S.Kep., Ns., M.Kep |
NIDN. 0704049008 |
|
Anggota |
: |
M. Nur Ifan Maulidi |
NIM. 2231800014 |
|
Anggota |
: |
Moh Amrullah Alyunifar Putra |
NIM. 2231800063 |
|
Anggota |
: |
Moh Rifqi Akmal Rezal |
NIM. 2231800037 |
|
Anggota |
: |
Muhammad Irfan Fatahuddin Mubarok |
NIM. 2231800004 |
|
Anggota |
: |
Muhammad Miftahurrahman |
NIM. 2231800005 |
Lembaga Penerbitan, Pengabdian, dan
Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M)
Universitas Nurul Jadid
Paiton Probolinggo
Tahun 2025
PKM Pendampingan Juru Pantau Jentik (Jumantik) dalam Meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Pondok Pesantren Nurul Jadid
Abstrak. Pondok Pesantren Nurul Jadid menghadapi permasalahan serius terkait pengendalian demam berdarah dengue (DBD) yang dipicu oleh berkembang biaknya jentik nyamuk Aedes aegypti. Kondisi lingkungan pesantren yang lembab, adanya genangan air di area asrama dan kamar mandi, serta rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menyebabkan risiko penularan DBD meningkat. Selain itu, minimnya pengetahuan dan kesadaran santri dan pengurus pesantren, serta kurangnya integrasi antara kegiatan monitoring dan evaluasi program pengawasan jentik membuat upaya pencegahan tidak optimal.
Bentuk pengabdian yang diusulkan adalah program PKM Pendampingan Juru Pantau Jentik (Jumantik) yang mengedepankan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan intensif, pendampingan lapangan, serta monitoring dan evaluasi secara berkala. Program ini melibatkan dosen dan mahasiswa LP3M Universitas Nurul Jadid yang bekerja sama dengan pengurus pesantren serta juru pantau jentik (Jumantik) dari kalangan santri. Pelaksanaan program dirancang dalam empat tahapan, yaitu persiapan dan sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan lapangan, serta evaluasi berkala, sehingga setiap kegiatan dapat tersinergi untuk mengoptimalkan pendataan dan pengendalian jentik.
Solusi yang ditawarkan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran seluruh penghuni pesantren dalam melakukan pengendalian lingkungan secara mandiri, sehingga target Angka Bebas Jentik (ABJ) dapat tercapai dan risiko wabah DBD dapat diminimalisir. Pendekatan yang dilakukan dengan integrasi dan partisipatif, program ini memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu kesehatan lingkungan di pesantren.
Kata Kunci: Angka Bebas Jentik; Demam Berdarah Dengue; Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
BAB 1
LATAR BELAKANG
Pondok Pesantren Nurul Jadid merupakan institusi pendidikan yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter dan pembelajaran generasi muda. Jumlah santri yang besar dan aktivitas pendidikan yang intens, lingkungan pesantren sering kali menjadi area dengan potensi tinggi berkembangnya vektor penyakit terutama nyamuk Aedes aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Kondisi lingkungan yang lembab, adanya genangan air di area asrama, kamar mandi dan ruang berkumpul santri, serta kurang optimalnya sistem pengelolaan lingkungan menjadi faktor yang mendukung perkembangbiakan jentik nyamuk. Data dari penelitian Nugroho et al. (2021) menunjukan bahwa meskipun progam JUMANTIK telah dilaksanakan, pengentahuan dan keterampilan dalam pendataan jentik serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masih belum memadai. Hal ini diperparah dengan rendahnya kesadaran kolektif dalam mengelola lingkungan, sehingga genangan air yang seharusnya menjadi target pengendalian justru tetap ada dan menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Metode pelaksanaan PKM ini disusun dengan mengacu pada matriks pelaksanaan yang mencakup empat aspek utama, yaitu: rencana/tahapan kegiatan, pihak-pihak yang terlibat, indikator ketercapaian dan waktu pelaksanaan. Rencana kegiatan disusun secara sistematis agar setiap tahapan dapat dijalankan secara terstruktur dan berkesinambungan, sehingga target peningkatan Angka Bebas Jentik (ABJ) di pondok pesantren nurul jadid dapat tercapai secara optimal.
Persiapan dan sosialisasi pada tahap awal, tim pelaksana melakukan pertemuan dengan pengurus pesantren dan juru pantau jentik (Jumantik) untuk mensosalisasikan progam dan tujuan intervensi. Materi sosialisasi mencakup pentingnya pengendalian jentik dan peran aktif setiap individu dalam penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Indikator keberhasilan progam meliputi:
Progam akan dilaksanakan selama 6 bulan dengan rincian sebagai berikut:
Dalam pelaksanaan setiap tahap, tim akan mengunggunakan pendekatan partipatif serta melakukan pertemuan koordinasi rutin guna memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai jadwal dan target yang telah ditetapkan. pemetaan permasalahan dilakukan secara mendalam sejak awal sehingga setiap intervensi dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan, serta umpan balik dari evaluasi digunakan untuk perbaikan metode secara berkelanjutan. Diharapkan progam PKM ini mampu meningkatkan kesadaran dan kapasitas pengelolaan lingkungan, sekaligus memberikan dampak signifikan terhadap penurunan risiko penyebaran DBD.
BAB 3
HASIL SEMENTARA
Dalam masa pelaksanaan pengabdian dan proses tabulasi.
DAFTAR PUSTAKA
Fauzi, A. K. (2018). Pengaruh intervensi promosi kesehatan metode sorogan dan peer education terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan pendekatan Health Promotion Model (HPM) di Pondok Pesantren (Studi pada santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo) [Tesis, Universitas Airlangga].
Harsono, S. (2019). Metode biokontrol ikan cupang (Betta splendens) sebagai pengendali vektor penyakit DBD di Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan, 2(2), 3–4. https://doi.org/10.32585/jmiak.v2i02.455
Kusumawati, A., Ayu, A. K., Saputri, A. M., Putriadi, P. B., Qurrohman, M. T., & Dewi, N. (2021). Edukasi cara menjadi Jumantik mandiri untuk mencegah DBD di tengah pandemi Covid-19 pada kader posyandu di Dusun Jetis, Bakungan, Karangdowo, Klaten. LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 147–152.
Nazri, C. D., H., I, R., Hassan, A., & Yazid, A. A. (2013). Utilization of geoinformation tools for dengue control management strategy: A case study in Seberang Prai, Penang Malaysia. International Journal of Remote Sensing Applications, 3(1), 11–17.
Putri Sari, W., Aryanty, N., Siregar, M. I. T., & Iskandar, M. M. (2024). Penyuluhan dan pelatihan pencegahan wabah demam berdarah dengue (DBD) serta pemeriksaan jentik nyamuk di Pondok Pesantren Tanjung Pasir Al-Awwabien Jambi. MEDIC, 7(1), 10–14.
Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291
Lembaga Pusat Layanan Masyarakat