Logo

UNUJA - Lembaga Pusat Layanan Masyarakat

PKM Pelatihan ChatGPT dan Manajer Referensi Mendeley untuk Meningkatkan Literasi Akademik Digital Mahasiswa FAI Universitas Nurul Jadid

Bagikan:

Sabtu, 23 Mei 2026

Diakses: 28 kali

Responsive image

L A P O R A N   K E M A J U A N

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PKM Pelatihan ChatGPT dan Manajer Referensi Mendeley untuk Meningkatkan Literasi Akademik Digital Mahasiswa FAI Universitas Nurul Jadid

 

 

 

Disusun oleh:

 

Ketua Tim

:

Moh. Rofiki

NIDN. 2108108402

Anggota

:

Saadul Latifah

NIM. 2210900001

Anggota

:

Nadia Kholifatur Khoir

NIM. 2210900009

Anggota

:

Nur Atika Hasani

NIM. 2210900052

 

 

 

 

 

Lembaga Penerbitan, Pengabdian, dan

Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M)

Universitas Nurul Jadid

Paiton Probolinggo

Tahun 2025

 

PKM Pelatihan ChatGPT dan Manajer Referensi Mendeley untuk Meningkatkan Literasi Akademik Digital Mahasiswa FAI Universitas Nurul Jadid

 

Abstrak. Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid memiliki visi menjadi institusi unggul berbasis pesantren yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Namun, dalam praktik akademik, masih ditemukan rendahnya literasi akademik digital mahasiswa, terutama dalam penulisan artikel ilmiah dan pengelolaan referensi. Mahasiswa cenderung belum familiar dengan pemanfaatan teknologi penunjang seperti ChatGPT dan manajer referensi Mendeley. Padahal, kedua teknologi ini memiliki potensi besar dalam mendukung produktivitas dan kualitas akademik mahasiswa. Berdasarkan situasi tersebut, program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah secara efisien dan akurat melalui pelatihan penggunaan ChatGPT dan Mendeley. Metode pelaksanaan mencakup tahapan perencanaan berbasis analisis kebutuhan, pelatihan secara teoritis dan praktis, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan mahasiswa terhadap penulisan ilmiah berbasis digital, serta adanya antusiasme yang tinggi dari peserta. Meskipun demikian, beberapa kendala teknis dan perbedaan tingkat literasi digital awal mahasiswa masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut melalui pendampingan berkelanjutan dan pengintegrasian pelatihan ini ke dalam kurikulum agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan di lingkungan akademik.

 

Katakunci: Artikel Ilmiah; Chat GPT, Mendeley, Literasi Digital   

 

Abstract. The Faculty of Islamic Studies at Nurul Jadid University has a vision to become a leading institution based on Islamic boarding schools that is adaptive to technological and scientific developments. However, in academic practice, there is still a low level of digital academic literacy among students, particularly in scientific writing and reference management. Students tend to be unfamiliar with the use of supporting technologies such as ChatGPT and the Mendeley reference manager. Yet, these technologies hold significant potential in enhancing students' academic productivity and quality. Given this situation, this community service program was designed to improve students' ability to write scientific articles efficiently and accurately through training in the use of ChatGPT and Mendeley. The implementation method includes stages of needs-based planning, theoretical and practical training, as well as continuous monitoring and evaluation. The results of the activity showed a significant improvement in students' understanding and skills in digital-based scientific writing, as well as high enthusiasm from the participants. However, some technical challenges and differences in students' initial digital literacy levels remain as obstacles. Therefore, follow-up actions are needed through continuous mentoring and the integration of this training into the curriculum to ensure its benefits are widely and sustainably felt within the academic environment.

 

Keywords: Scientific Articles; ChatGPT, Mendeley, Digital Literacy

 

BAB I

LATAR BELAKANG

 

  1. Analisis Situasi

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nurul Jadid merupakan salah satu fakultas yang berperan strategis dalam mencetak sarjana muslim yang intelektual dan berdaya saing di era digital. Dengan visi menjadi fakultas unggul berbasis pesantren, FAI mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mahasiswa FAI berasal dari berbagai daerah dan latar belakang, dengan dominasi lulusan pesantren yang memiliki semangat tinggi dalam studi keislaman, namun belum sepenuhnya akrab dengan dinamika literasi akademik digital. Dalam konteks globalisasi dan revolusi industri 4.0, kemampuan menulis artikel ilmiah dengan pendekatan digital menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh mahasiswa.

Kampus sebagai institusi pendidikan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten dalam aspek teoritis, tetapi juga memiliki kecakapan menulis, berpikir kritis, dan mampu menggunakan teknologi terkini untuk mendukung proses akademik. Dalam hal ini, literasi akademik digital menjadi kompetensi kunci yang mendukung keberhasilan mahasiswa, terutama dalam menghasilkan karya ilmiah yang layak untuk dipublikasikan secara nasional maupun internasional (Fitriyani & Wulandari, 2022).

Dalam pemantauan kegiatan akademik FAI Universitas Nurul Jadid, ditemukan bahwa tingkat partisipasi mahasiswa dalam publikasi ilmiah masih rendah. Padahal, salah satu indikator keberhasilan perguruan tinggi saat ini adalah jumlah artikel mahasiswa yang dipublikasikan di jurnal ilmiah. Di sisi lain, perkembangan teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT dan penggunaan software referensi manajer (MRM) Mendeley dapat menjadi solusi inovatif untuk mendukung proses penulisan artikel ilmiah mahasiswa. Namun, pemanfaatan teknologi ini masih terbatas karena minimnya pelatihan dan bimbingan yang terstruktur.

Berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi dengan dosen pembimbing akademik serta ketua program studi di lingkungan Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid, ditemukan sejumlah permasalahan yang cukup mendasar dan membutuhkan intervensi melalui program pengabdian kepada masyarakat. Permasalahan tersebut dapat dirangkum sebagai berikut: a) Rendahnya literasi akademik digital mahasiswa Mayoritas mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memahami struktur dan kaidah penulisan artikel ilmiah secara sistematis. Mereka belum terbiasa mengakses jurnal ilmiah, menyusun kerangka berpikir logis, serta menyusun artikel berdasarkan hasil penelitian atau kajian literatur, b) Kurangnya pemahaman terhadap penggunaan teknologi pendukung penulisan ilmiah Mahasiswa umumnya belum mengenal dan menggunakan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) seperti ChatGPT secara produktif dalam proses akademik, khususnya dalam tahap eksplorasi ide, pengembangan argumen, dan penyuntingan tulisan akademik, c) Minimnya kemampuan mahasiswa dalam manajemen referensi ilmiah Banyak mahasiswa yang masih menyusun daftar pustaka secara manual, tanpa bantuan Mendeley atau aplikasi MRM lainnya. Hal ini menyebabkan sering terjadinya kesalahan dalam penulisan kutipan dan daftar pustaka sesuai gaya selingkung jurnal, d) Kurangnya pelatihan teknis terkait pemanfaatan teknologi penulisan ilmiah Selama ini belum tersedia pelatihan khusus atau bimbingan intensif yang mendampingi mahasiswa dalam penggunaan ChatGPT dan MRM sebagai perangkat pendukung produktivitas akademik mereka.

Melalui uraian permasalahan di atas, sangat jelas bahwa mahasiswa FAI Universitas Nurul Jadid membutuhkan pelatihan yang sistematis, praktis, dan aplikatif dalam meningkatkan literasi akademik digital. Penguatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas tugas akademik, tetapi juga mendukung mahasiswa dalam menghasilkan artikel ilmiah yang layak publikasi, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas dan reputasi institusi. Program pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan memberikan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis dalam menggunakan ChatGPT untuk eksplorasi akademik dan drafting awal tulisan, serta MRM untuk pengelolaan referensi yang efisien dan akurat. Dengan pendekatan partisipatif dan pembelajaran berbasis proyek, mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan artikel ilmiah dalam waktu yang relatif singkat namun tetap berkualitas.

 

  1. Rumusan Masalah

Rumusan masalah ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama yang perlu diatasi dalam pelatihan chat GPT dan Mendeley. Adapun rumusan masalah sebagai berikut. Bagaimana pengaruh pelatihan ChatGPT dan manajer referensi Mendeley terhadap kemampuan mahasiswa FAI Universitas Nurul Jadid dalam menulis dan mengelola referensi akademik secara efisien dan efektif?

 

  1. Tujuan dan Manfaat Pengabdian

Pelatihan ini memiliki beberapa tujuan dan manfaat, diantanya adalah: Meningkatkan kemampuan mahasiswa FAI Universitas Nurul Jadid dalam menulis dan mengelola referensi akademik secara efisien dan efektif melalui pelatihan ChatGPT dan manajer referensi Mendeley, dengan tujuan untuk mempermudah proses penulisan karya ilmiah serta pengelolaan referensi. Selain itu, mahasiswa akan memperoleh keterampilan yang lebih baik dalam mengelola referensi akademik dan menulis karya ilmiah, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi penulisan akademik mereka, serta menghasilkan karya yang lebih terstruktur dan sesuai dengan standar akademik yang berlaku.

 

BAB II

METODE PELAKSANAAN

 

  1. Tahapan Pelaksanaan

Tahapan pelaksanaan dalam kegiatan PKM Pelatihan Chat GPT dan Manajer Referensi Mendeley untuk meningkatkan Literasi Akademik Digital Mahasiswa FAI Universitas Nurul Jadid terdiri dari serangkaian tahapan, yaitu:

  1. Persiapan
  • Identifikasi Kebutuhan: melakukan survei awal untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tingkat literasi digital peserta, kemudian menentukan materi pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
  • Penyusunan Materi Pelatihan: mengembangkan modul pelatihan yang mencakup teori dasar Chat GPT dan Mendeley, dan latihan praktis. Kemudian menyiapkan bahan ajar berupa presentasi, panduan langkah-langkah penggunaan Chat GPT dan Mendeley, dan contoh-contohnya.
  • Perekrutan Peserta: melakukan koordinasi dengan pihak mitra terkait peserta yang akan diikutkan dalam pelatihan.
  1. Pelaksanaan Pelatihan
  • Pembukaan dan Pengenalan: memberikan sesi perkenalan dan penyampaian tujuan pelatihan, serta penjelasan tentang Chat GPT dan Mendeley serta pentingnya dalam literasi akademik digital.
  • Materi Teori: memberikan pengenalan dasar Chat GPT dan Mendeley: Apa itu Chat GPT dan Mendeley, fitur utama, dan manfaatnya dalam pembuatan tugas mahasiswa.
  • Sesi Praktik: memberikan langkah-langkah dasar menggunakan Chat GPT dan Mendeley serta sesi tanya jawab dan diskusi untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi peserta.
  • Latihan Mandiri: memberikan tugas individu atau kelompok untuk membuat tulisan yang akan dipresentasikan di akhir pelatihan.
  • Evaluasi dan Penutupan: melakukan evaluasi hasil pelatihan melalui kuis atau penilaian tugas. Dan feedback dari peserta mengenai pelatihan. Serta ditutup dengan pembagian sertifikat partisipasi.
  1. Monitoring dan Evaluasi
  • Evaluasi Pelatihan: memberikan kuesioner untuk mengumpulkan feedback dari peserta mengenai kepuasan mereka terhadap pelatihan, materi, dan instruktur. Serta melakukan analisis hasil evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang.
  • Follow-up: memberikan dukungan berkelanjutan melalui sesi konsultasi atau lanjutan pelatihan

 

  1. Paritipasi Mitra

Partisipasi mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat penting untuk keberhasilan pelatihan. Setiap mitra memiliki peran spesifik yang mendukung berbagai aspek dari proses pelatihan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan tindak lanjut. Pengabdian kepda masyarakat merupakan mahsiswa pada prodi MPI Universitas Nurul Jadid, berikut penjelasannya;

  1. Mitra sebagai penyedia tempat untuk penyelenggaraan kegiatan yaitu bertempat di Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo.
  2. Mitra berperan sebagai peserta kegiatan dan aktif berperan dalam kegiatan diskusi / tanya jawab
  3. Mitra terlibat secara keseluruhan dalam program pengabdian meliputi perumusan permasalahan, perencanaan program, penjadwalan kegiatan, pelaksanaan program hingga tahap evaluasi kegiatan.

 

  1. Pembagian Peran

Untuk menjalankan kegiatan Pelatihan Chat GPT dan Manajer Referensi Mendeley untuk meningkatkan Literasi Akademik Digital Mahasiswa FAI Universitas Nurul Jadid, partisipasi dari berbagai mitra sangat penting. Berikut rincian pembagian peran Mitra dan peserta program pengabdian:

  1. Dosen berperan sebagai pemantau dan pembimbing lapangan
  2. Para mahasiswa dan mitra yaitu mahasiswa FAI Uaniversitas Nurul Jadid bersama-sama terlibat secara keseluruhan dalam program pengabdian yang meliputi perumusan permasalahan, perencanaan program, penjadwalan kegiatan, pelaksanaan program hingga tahap evaluasi kegiatan.
  3. Mitra FAI Universitas Nurul Jadid sebagai penyedia tempat untuk penyelenggaraan kegiatan yaitu bertempat di Universitas Nurul Jadid.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

  1. Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan secara sistematis dengan pendekatan partisipatif bersama mitra, yaitu mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nurul Jadid. Perencanaan diawali dengan identifikasi masalah yang dihadapi mahasiswa dalam literasi akademik digital, khususnya dalam penulisan artikel ilmiah yang berkualitas. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan dosen pembimbing serta mahasiswa, ditemukan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan dalam menyusun argumen akademik, menggunakan referensi ilmiah, serta mengelola sitasi secara sistematis. Rendahnya pemanfaatan teknologi digital seperti Artificial Intelligence (AI) dan Reference Manager menjadi salah satu penyebab utama hambatan tersebut.

Dari identifikasi tersebut, tim pelaksana merumuskan program pelatihan dengan dua fokus utama: (1) penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu dalam brainstorming ide, menyusun argumen, dan menyempurnakan struktur artikel ilmiah; serta (2) penguasaan Mendeley sebagai manajer referensi dalam pengelolaan kutipan, daftar pustaka, dan sitasi otomatis. Dalam tahap ini, tim menyusun modul pelatihan berbasis studi kasus dan praktik langsung, serta menyiapkan sumber daya teknologi seperti akses ke perangkat komputer, koneksi internet, dan akun Mendeley peserta.

Selanjutnya, tahap perencanaan juga mencakup koordinasi teknis antara tim pelaksana dan pihak mitra, termasuk penyusunan jadwal pelatihan, pemilihan narasumber, dan pengembangan instrumen evaluasi. Tim juga melakukan seleksi peserta yang terdiri dari mahasiswa semester akhir yang sedang menyusun skripsi atau tugas akhir. Tujuannya adalah memastikan bahwa peserta memiliki kebutuhan riil dalam meningkatkan literasi akademik digital. Selain itu, sistem monitoring dan evaluasi dirancang secara menyeluruh, mencakup pretest dan posttest, log aktivitas penggunaan aplikasi, serta refleksi peserta terhadap dampak pelatihan. Keseluruhan proses perencanaan dilaksanakan selama dua minggu sebelum pelatihan dimulai dan menghasilkan output berupa rencana pelatihan terstruktur dan siap diimplementasikan.

 

  1. Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan PKM berlangsung selama tiga sesi dengan pendekatan blended learning yang menggabungkan penyampaian materi secara langsung dan praktik mandiri berbasis tugas. Hari pertama dimulai dengan pembukaan dan pengenalan tentang urgensi literasi akademik digital dalam era transformasi pendidikan tinggi. Dalam sesi ini, peserta diberikan wawasan mengenai pergeseran paradigma penulisan ilmiah, serta pentingnya penguasaan alat bantu digital seperti ChatGPT dan Mendeley. Narasumber dari dosen FAI turut dihadirkan untuk memperkuat konteks pembelajaran.

Sesi berikutnya difokuskan pada pelatihan penggunaan ChatGPT. Peserta diarahkan untuk membuat akun, mengenal antarmuka, dan memahami cara menggunakan prompt secara efektif untuk menghasilkan output akademik yang relevan. Materi mencakup simulasi penggunaan ChatGPT dalam menulis pendahuluan, kajian pustaka, metodologi, dan kesimpulan artikel ilmiah. Praktik ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses berpikir dan menulis akademik.

Gambar 1. penyampaian Materi ChatGPT

 Sesi kedua dikhususkan untuk pelatihan penggunaan Mendeley. Peserta diajarkan cara mengunduh dan menginstal Mendeley Desktop, membuat folder literatur, menambahkan referensi secara manual maupun otomatis, dan menggunakan plugin Word untuk sitasi langsung. Selain itu, peserta juga dilatih untuk melakukan penelusuran referensi melalui jurnal bereputasi, pengelolaan PDF, dan teknik penulisan daftar pustaka otomatis sesuai gaya sitasi tertentu (APA, MLA, Chicago, dll.). Praktik ini sangat penting untuk mendukung keterampilan teknis mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah yang sesuai standar akademik.

Gambar 2. Penyampaian Materi Mendeley

Sesi ketiga digunakan untuk integrasi antara ChatGPT dan Mendeley dalam praktik penulisan artikel ilmiah. Peserta diberi tugas membuat draft artikel dengan memanfaatkan kedua alat bantu tersebut. Setiap peserta diwajibkan mengunggah hasil tugasnya ke Google Classroom yang telah disediakan dan mengikuti sesi refleksi serta diskusi kelompok untuk berbagi pengalaman dan kendala selama pelatihan. Respon peserta sangat positif, ditandai dengan antusiasme yang tinggi, interaksi aktif selama praktik, serta keberhasilan menghasilkan draf artikel yang lebih sistematis dan ilmiah. Proses pelatihan berjalan lancar dan adaptif terhadap kebutuhan peserta.

 

  1. Monitoring dan Evaluasi

Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan efektivitas pelaksanaan pelatihan dan mengukur pencapaian tujuan program PKM. Proses ini dilakukan secara berkelanjutan selama dan setelah kegiatan berlangsung. Tim pelaksana menerapkan instrumen evaluasi berupa pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman mahasiswa terkait literasi akademik digital, penggunaan ChatGPT, dan keterampilan pengelolaan referensi melalui Mendeley. Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas peserta belum memiliki pengalaman menggunakan ChatGPT maupun Mendeley. Sementara itu, hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep dan keterampilan teknis.

Monitoring harian dilakukan melalui observasi langsung terhadap aktivitas peserta selama pelatihan, seperti keaktifan dalam bertanya, ketepatan dalam menyelesaikan tugas praktik, dan partisipasi dalam diskusi kelompok. Setiap peserta diwajibkan mengisi log harian yang mencerminkan aktivitas penggunaan ChatGPT dan Mendeley dalam menyusun artikel ilmiah. Hasil log ini dianalisis untuk menilai kedalaman keterlibatan peserta serta kemajuan individu selama pelatihan berlangsung.

Tim pelaksana juga menyelenggarakan sesi evaluasi formatif dengan mengundang masukan dari peserta melalui kuisioner dan wawancara terbuka. Masukan yang diperoleh mencakup aspek kekuatan program, kendala teknis, dan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut. Beberapa peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini membantu mereka mengatasi kebuntuan ide saat menulis, meningkatkan kemampuan menyusun sitasi secara otomatis, dan membuka perspektif baru mengenai pentingnya integrasi teknologi dalam akademik. Namun, beberapa peserta juga menyarankan adanya pelatihan lanjutan untuk eksplorasi fitur lanjutan dari ChatGPT dan Mendeley.

Evaluasi sumatif dilakukan dengan menilai hasil akhir tugas peserta, yaitu draf artikel ilmiah yang memanfaatkan kedua tools yang telah dipelajari. Tim reviewer menilai aspek sistematika penulisan, orisinalitas argumen, ketepatan sitasi, dan relevansi referensi. Hasil penilaian menunjukkan bahwa lebih dari 80% peserta mampu menyusun artikel dengan kualitas yang lebih baik dibanding sebelum pelatihan. Hal ini mengindikasikan keberhasilan program dalam meningkatkan literasi akademik digital mahasiswa.

Secara umum, monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini telah memberikan dampak positif terhadap kemampuan akademik mahasiswa FAI Universitas Nurul Jadid. Rekomendasi dari tahap ini mencakup perlunya pendampingan lanjutan, pengintegrasian pelatihan dalam kurikulum mata kuliah metodologi penelitian, serta pembentukan komunitas literasi digital di tingkat fakultas sebagai upaya keberlanjutan program.

 

  1. Pembahasan / Program Tindak Lanjut
      1. Analisis kekuatan

Pelaksanaan PKM Pelatihan ChatGPT dan Manajer Referensi Mendeley untuk Meningkatkan Literasi Akademik Digital Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid memiliki sejumlah kekuatan fundamental yang menjadi fondasi keberhasilan kegiatan. Salah satu kekuatan utama adalah pendekatan pelatihan yang integratif dan kontekstual (AlAfnan et al., 2023); (Kusworo et al., 2024) . Tim pelaksana tidak hanya memberikan materi secara teoritis, tetapi juga menyusun kurikulum pelatihan yang langsung menyentuh kebutuhan riil mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah (Prayogi & Shilla, 2023). Metode pelatihan yang menyeimbangkan antara paparan materi, simulasi penggunaan aplikasi, dan praktik penulisan langsung memberikan efek pembelajaran yang efektif dan aplikatif. Mahasiswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan terlibat aktif dalam membangun draf artikel akademik secara mandiri dengan bantuan teknologi digital yang dikenalkan.

Selain itu, kekuatan program terletak pada pemilihan dua platform teknologi yang relevan dan mutakhir, yakni ChatGPT dan Mendeley. Keduanya merupakan alat bantu akademik yang sedang berkembang pesat dan memiliki potensi tinggi untuk digunakan dalam dunia riset (Lubowitz, 2023); (Archibald & Clark, 2023); (Gilat & Cole, 2023). ChatGPT memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi ide, menyusun paragraf akademik, dan menyempurnakan struktur penulisan secara logis dan koheren (Vicente-Yagüe-Jara et al., 2023). Sementara itu, Mendeley hadir sebagai solusi konkret dalam mengatasi persoalan umum mahasiswa terkait manajemen referensi, seperti penulisan kutipan dan daftar pustaka yang seringkali menjadi kendala dalam penulisan ilmiah. Kombinasi kedua tools ini secara strategis memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menyusun artikel ilmiah yang sistematis, ilmiah, dan sesuai dengan standar akademik.

Kekuatan lainnya terlihat dari kolaborasi yang solid antara tim dosen, mahasiswa, dan pihak institusi. Seluruh kegiatan terlaksana dengan dukungan penuh dari fakultas, baik dalam penyediaan fasilitas, pengorganisasian teknis, maupun dokumentasi kegiatan. Kolaborasi ini menjadi penguat program karena melibatkan seluruh komponen civitas akademika dalam semangat yang sama untuk meningkatkan kualitas akademik berbasis teknologi. Tidak kalah penting, semangat partisipatif dari peserta pelatihan menjadi faktor pendukung keberhasilan. Antusiasme yang tinggi, keaktifan dalam berdiskusi, dan kemauan untuk mengeksplorasi fitur-fitur baru dari kedua aplikasi menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki motivasi internal untuk berkembang. Hal ini mencerminkan kesiapan lingkungan akademik FAI Universitas Nurul Jadid untuk bertransformasi menjadi ruang pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.

      1. Analisis kelemahan

Meskipun pelatihan ini berhasil dilaksanakan dengan baik dan memberikan hasil yang signifikan, terdapat sejumlah kelemahan yang perlu diperhatikan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam program tindak lanjut. Salah satu kelemahan yang muncul adalah keterbatasan waktu pelatihan yang hanya berlangsung selama tiga hari. Durasi ini dianggap belum cukup untuk menjangkau seluruh aspek teknis dan konseptual dari penggunaan ChatGPT dan Mendeley, terutama bagi mahasiswa yang benar-benar baru mengenal kedua platform tersebut (Cipriano & Alves, 2024); (Duong et al., 2024); (Zheng, 2023). Akibatnya, beberapa peserta masih merasa kesulitan ketika harus mengintegrasikan hasil kerja dari ChatGPT dengan manajemen referensi di Mendeley secara simultan dalam satu naskah ilmiah. Pembelajaran yang padat dalam waktu singkat juga menyebabkan proses internalisasi materi berjalan kurang optimal bagi sebagian peserta yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk memahami dan mempraktikkan keterampilan digital akademik.

Kelemahan lain terletak pada perbedaan tingkat literasi digital awal mahasiswa yang cukup signifikan. Peserta pelatihan berasal dari berbagai semester dan latar belakang penggunaan teknologi yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan ketimpangan dalam proses belajar karena peserta yang sudah familiar dengan teknologi digital dapat lebih cepat menangkap materi, sementara peserta lainnya mengalami kesulitan mengikuti ritme pelatihan. Ketimpangan ini berdampak pada efektivitas transfer pengetahuan dan keterampilan secara merata. Meskipun telah dilakukan bimbingan intensif, tetapi dalam waktu yang terbatas, belum semua peserta mampu menyelesaikan tugas akhir pelatihan dengan kualitas yang maksimal.

Selain itu, kendala teknis juga menjadi hambatan yang cukup terasa dalam pelaksanaan pelatihan. Beberapa peserta mengalami kesulitan akses karena koneksi internet yang kurang stabil dan keterbatasan perangkat. Mengingat bahwa pelatihan ini sangat bergantung pada akses daring dan perangkat digital, kendala teknis tersebut sedikit mengurangi kelancaran proses pelatihan. Beberapa fitur lanjutan dari ChatGPT maupun Mendeley juga tidak dapat dieksplorasi secara optimal karena keterbatasan versi yang digunakan. Dalam beberapa kasus, peserta menggunakan perangkat pribadi dengan spesifikasi terbatas yang menghambat performa aplikasi yang seharusnya mendukung produktivitas mereka dalam pelatihan.

Terakhir, aspek keberlanjutan program pascapelatihan belum sepenuhnya terstruktur dengan baik. Meski telah ada rencana tindak lanjut berupa pembentukan komunitas literasi digital dan pengembangan modul lanjutan, namun pada tahap awal ini belum tersedia mekanisme yang menjamin keberlanjutan program secara sistemik. Tidak adanya platform resmi untuk menampung hasil karya peserta, forum diskusi lanjutan, atau jadwal pendampingan rutin menyebabkan potensi dampak program belum sepenuhnya berkembang optimal. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan dari sisi desain keberlanjutan dan pendampingan jangka panjang agar pelatihan tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan menjadi gerakan akademik yang konsisten di lingkungan Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid.

 

BAB IV

PENUTUP

 

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) “Pelatihan ChatGPT dan Manajer Referensi Mendeley untuk Meningkatkan Literasi Akademik Digital Mahasiswa FAI Universitas Nurul Jadid” memberikan kontribusi signifikan dalam penguatan kapasitas akademik mahasiswa. Mahasiswa yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam menyusun artikel ilmiah, menyusun kutipan, dan memanfaatkan sumber-sumber literatur ilmiah, mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan secara nyata setelah mengikuti pelatihan ini. ChatGPT terbukti membantu dalam proses eksplorasi ide, pengembangan argumen, serta penyusunan narasi ilmiah yang logis dan koheren, sedangkan Mendeley berperan penting dalam pengelolaan referensi dan pembuatan daftar pustaka secara otomatis. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kesadaran mahasiswa akan pentingnya literasi akademik digital sebagai bagian dari kompetensi utama dalam dunia pendidikan tinggi di era digital. Hasil ini diperkuat dengan antusiasme peserta, keberhasilan mereka dalam menyusun draf artikel, serta meningkatnya kepercayaan diri mereka dalam menghadapi tugas-tugas akademik berbasis riset. Namun demikian, pelatihan ini juga mengungkap adanya kelemahan yang perlu diperhatikan, seperti keterbatasan durasi pelatihan, kesenjangan literasi digital antar peserta, dan kendala teknis yang masih menghambat optimalisasi pelatihan.

Berdasarkan temuan dan pengalaman tersebut, direkomendasikan agar program serupa dilanjutkan dalam bentuk pelatihan lanjutan atau pendampingan berkelanjutan yang terstruktur. Pendampingan ini dapat dilakukan melalui pembentukan komunitas literasi digital di tingkat fakultas, klinik akademik rutin, serta integrasi pelatihan ChatGPT dan Mendeley ke dalam kurikulum mata kuliah metodologi penelitian atau karya tulis ilmiah. Selain itu, penting bagi institusi untuk menyediakan dukungan infrastruktur yang memadai, termasuk akses internet, perangkat komputer, serta pelatihan bagi dosen agar mereka juga mampu mengoptimalkan teknologi digital dalam proses pembelajaran dan bimbingan mahasiswa. Rekomendasi lainnya adalah memperluas cakupan peserta pelatihan kepada mahasiswa dari berbagai semester dan program studi di Universitas Nurul Jadid, sehingga dampak penguatan literasi digital ini tidak hanya terbatas pada lingkup FAI, tetapi menjadi bagian dari transformasi budaya akademik universitas secara keseluruhan. Diperlukan pula evaluasi berkala atas program ini agar dapat disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta. Dengan komitmen berkelanjutan dari semua pihak, pelatihan ini berpotensi menjadi model strategis dalam mencetak generasi akademisi pesantren yang tidak hanya unggul dalam pemahaman keislaman, tetapi juga kompeten dalam literasi digital dan publikasi ilmiah tingkat nasional dan internasional.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

AlAfnan, M. A., Samira Dishari, Marina Jovic, & Koba Lomidze. (2023). ChatGPT as an Educational Tool: Opportunities, Challenges, and Recommendations for Communication, Business Writing, and Composition Courses. Journal of Artificial Intelligence and Technology. https://doi.org/10.37965/jait.2023.0184

Archibald, M. M., & Clark, A. M. (2023). ChatGTP: What is it and how can nursing and health science education use it? Journal of Advanced Nursing, 79(10), 3648–3651. https://doi.org/10.1111/jan.15643

Cipriano, B. P., & Alves, P. (2024). “ChatGPT Is Here to Help, Not to Replace Anybody”—An Evaluation of Students’ Opinions On Integrating ChatGPT In CS Courses (arXiv:2404.17443). arXiv. https://doi.org/10.48550/arXiv.2404.17443

Duong, N. H., Tong, T. M. H., & Le, D. H. (2024). Utilizing ChatGPT in checking academic writing for postgraduate students. Proceedings of the AsiaCALL International Conference, 6, 193–203. https://doi.org/10.54855/paic.24614

Fauziah, D., & Hakim, A. (2022). Strategi Efektif Mengembangkan Literasi Akademik Mahasiswa Perguruan Tinggi. Jurnal Literasi Kampus, 3(2), 102-117.

Fitriyani, R., & Wulandari, I. (2022). Penguatan Literasi Digital Mahasiswa di Era Society 5.0. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, 7(2), 123-135.

Gilat, R., & Cole, B. J. (2023). How Will Artificial Intelligence Affect Scientific Writing, Reviewing and Editing? The Future is Here …. Arthroscopy: The Journal of Arthroscopic & Related Surgery, 39(5), 1119–1120. https://doi.org/10.1016/j.arthro.2023.01.014

Hasanah, L., & Ridwan, R. (2020). Peran AI dalam Membantu Penulisan Akademik Mahasiswa. Jurnal Sains dan Teknologi Pendidikan, 8(2), 141-155.

Kurniawan, D. (2020). Literasi Digital Mahasiswa dan Dampaknya terhadap Kualitas Karya Ilmiah. Jurnal Penelitian Pendidikan, 15(2), 99-110.

Kusworo, K., Goreta, G., Hanafi, I., Djoko Susanto, T. T., & Astuti, I. A. D. (2024). Chat GPT sebagai Era Baru dalam Transformasi Pembelajaran: Systematic Literature Review. SAP (Susunan Artikel Pendidikan), 8(3), 480. https://doi.org/10.30998/sap.v8i3.17991

Lestari, H., & Suryani, R. (2021). Penggunaan Mendeley untuk Pengelolaan Referensi Akademik. Jurnal Literasi Digital, 5(3), 211-225.

Lubowitz, J. H. (2023). ChatGPT, An Artificial Intelligence Chatbot, Is Impacting Medical Literature. Arthroscopy: The Journal of Arthroscopic & Related Surgery, 39(5), 1121–1122. https://doi.org/10.1016/j.arthro.2023.01.015

Maulida, S. N., & Fadhilah, A. (2023). Pelatihan Penulisan Ilmiah dengan Zotero untuk Mahasiswa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Digital, 4(1), 67-78.

Prasetyo, Z. K., & Putri, M. (2022). Integrasi AI dalam Penulisan Akademik: Studi Eksploratif pada Mahasiswa. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(1), 45-58.

 

Prayogi, A., & Shilla, R. A. (2023). Pelatihan dan Pendampingan Optimalisasi Referensi Karya Ilmiah Menggunakan Reference Manager pada Mahasiswa Prodi PGMI FTIK Iain Pekalongan. Dharma Sevanam : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 45–46. https://doi.org/10.53977/sjpkm.v2i1.874

Rahman, A. (2023). ChatGPT dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra: Tinjauan Edukasi Digital. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 11(1), 89-98.

Syafitri, W., & Taufik, R. (2021). Analisis Kesiapan Mahasiswa dalam Menghadapi Era Digitalisasi Akademik. Jurnal Pendidikan Tinggi Islam, 5(1), 58-70.

Vicente-Yagüe-Jara, M. I., López-Martínez, O., Navarro-Navarro, V., & Cuéllar-Santiago, F. (2023). Writing, creativity, and artificial intelligence. ChatGPT in the university context. Comunicar, 31(77). https://doi.org/10.3916/C77-2023-04

Yusuf, M. I., & Karim, A. (2021). Tantangan Literasi Akademik di Era Digital: Perspektif Pendidikan Tinggi Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 31-47.

Zheng, Y. (2023). ChatGPT for Teaching and Learning: An Experience from Data Science Education. The 24th Annual Conference on Information Technology Education, 66–72. https://doi.org/10.1145/3585059.3611431

 

 

Berita Terkait

Pelatihan Sistem Kontrol Penyiraman Tanaman Hias Otomatis Berbasis Mikrokontroler

Sabtu, 23 Mei 2026

PKM Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Berbasis AI untuk Mahasiswa MPI Universitas Nurul Jadid

Kamis, 21 Mei 2026

Pengaruh Promosi Digital Terhadap Peningkatan Pendaftaran Mahasiswa Baru Di Universitas Nurul Jadid

Kamis, 21 Mei 2026

Pendampingan Integrasi Single Sign-On (SSO) dan Single Logout (SLO) pada Sistem Akademik Universitas Nurul Jadid

Kamis, 21 Mei 2026

Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291

Lembaga Pusat Layanan Masyarakat

© 2023 Universitas Nurul Jadid