UNUJA - Lembaga Pusat Layanan Masyarakat
Sabtu, 23 Mei 2026
Diakses: 7 kali
L A P O R A N
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Pelatihan Sistem Kontrol Penyiraman Tanaman Hias Otomatis Berbasis Mikrokontroler
Disusun oleh:
|
Ketua Tim |
: |
TIJANIYAH |
NIDN. 0717059003 |
|
Anggota |
: |
M. SYARIF HIDATULLAH |
NIM. 2321300068 |
|
Anggota |
: |
MOH. ABD. ROSEK |
NIM. 2321300062 |
|
Anggota |
: |
MUHAMMAD FERDIAN |
NIM. 2321300066 |
|
Anggota |
: |
NAUVAL SYA'BANI IBNU FAHLAN |
NIM. 2321300062 |
Lembaga Penerbitan, Pengabdian, dan
Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M)
Universitas Nurul Jadid
Paiton Probolinggo
Tahun 2025
Pelatihan Sistem Kontrol Penyiraman Tanaman Hias Otomatis Berbasis Mikrokontroler
Abstrak. Pelatihan sistem kontrol penyiraman tanaman hias otomatis berbasis mikrokontroler dilaksanakan di Kamila Garden, yang berlokasi di Jalan Raya Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat, khususnya pelaku usaha taman dan pecinta tanaman hias, dalam memanfaatkan teknologi otomatisasi untuk mendukung perawatan tanaman yang lebih efisien dan berkelanjutan. Latar belakang pelatihan ini berangkat dari permasalahan yang sering dihadapi, yakni kesulitan dalam menjaga konsistensi penyiraman akibat keterbatasan waktu dan tenaga kerja. Materi pelatihan mencakup pengenalan mikrokontroler Arduino, sensor kelembaban tanah, serta aktuator berupa pompa air mini, yang dirangkai dalam sistem otomatis penyiraman tanaman. Metode pelatihan terdiri dari sesi teori, demonstrasi alat, serta praktik langsung perakitan dan pemrograman sistem oleh peserta. Peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari kalangan remaja, pengelola taman, serta masyarakat umum di sekitar lokasi kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta terhadap konsep dasar sistem otomatisasi serta kemampuan dalam merancang dan mengoperasikan alat penyiraman otomatis secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini mendorong pemanfaatan teknologi sederhana yang aplikatif dan hemat biaya, serta memperkuat semangat inovasi di kalangan masyarakat desa. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) di bidang pertanian dan lanskap taman skala kecil.
Kata kunci: pelatihan, penyiraman otomatis, mikrokontroler, Arduino, Kamila Garden, Karanganyar Paiton.
Abstract. Training on Microcontroller-Based Automatic Ornamental Plant Watering Control System was conducted at Kamila Garden, located on Jalan Raya Desa Karanganyar, Paiton District, Probolinggo Regency. This activity aimed to enhance the knowledge and skills of the community—particularly garden business actors and ornamental plant enthusiasts—in utilizing automation technology to support more efficient and sustainable plant care. The background of this training stems from common challenges, namely difficulties in maintaining consistent watering due to time and labor constraints. The training materials included an introduction to Arduino microcontrollers, soil moisture sensors, and actuators in the form of mini water pumps, all integrated into an automatic plant watering system. The training method consisted of theoretical sessions, equipment demonstrations, and hands-on practice in assembling and programming the system by the participants. Attendees came from various backgrounds, including local youth, garden managers, and the general community around the activity site. The training outcomes showed an improvement in participants' understanding of basic automation concepts and their ability to independently design and operate an automatic watering system. Furthermore, the activity encouraged the use of practical, low-cost technologies and strengthened the spirit of innovation among rural communities. This training is expected to be an initial step toward the implementation of Internet of Things (IoT)-based technology in small-scale agriculture and garden landscaping.
Keywords: training, automatic watering, microcontroller, Arduino, Kamila Garden, Karanganyar Paiton.
BAB I
LATAR BELAKANG
Kamila Garden merupakan salah satu sentra budidaya dan penjualan tanaman hias yang berlokasi di Jalan Raya Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Taman ini memiliki lebih dari 500 pot tanaman hias dari berbagai jenis, seperti monstera, aglaonema, calathea, philodendron, kaktus, dan sukulen. Tanaman-tanaman tersebut membutuhkan perawatan intensif, terutama dalam hal penyiraman yang teratur dan sesuai dengan karakteristik masing-masing tanaman(Tijaniyah, Deswita Laelatul Fitria, 2023). Namun, berdasarkan observasi dan wawancara dengan pengelola Kamila Garden, ditemukan beberapa permasalahan utama dalam kegiatan penyiraman tanaman, yaitu:
Permasalahan-permasalahan tersebut secara keseluruhan menghambat proses perawatan tanaman hias di Kamila Garden dan berpotensi menurunkan nilai estetika serta nilai ekonomis tanaman. Maka dari itu, diperlukan sebuah solusi inovatif yang mampu mengatasi permasalahan ini secara efektif dan efisien(Putri et al., 2019). Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penerapan sistem penyiraman otomatis berbasis mikrokontroler Arduino yang bekerja secara mandiri berdasarkan sensor kelembaban tanah(Sokop et al., 2016). Sistem ini diharapkan mampu menjadi teknologi tepat guna yang tidak hanya membantu pengelola dalam merawat tanaman secara optimal, tetapi juga memperkenalkan masyarakat pada pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) skala kecil yang aplikatif.(Samsugi et al., 2020)
Mitra pengabdian kepada masyarakat ini adalah bapak rohim. Pemilik stan bunga atau penjual tanaman hias “Kamila Garden” di pinggir jalan raya paiton. Lokasi desa karangnyar paiton probolinggo sangat dekat dengan kampus universitas nurul jadid. Karanganyar adalah desa yang berada di kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia. Desa ini dilalui oleh Jalan Nasional Rute 1.Jalur Jawa-Bali. Di Desa Karanganyar ada sebuah Masjid Musafir, Masjid Baitissalam. Lokasi tepat di pinggir jalan utama. Berikut link google maps https://maps.app.goo.gl/5GGpM8F6hkTD66mq8 . Desa karanganyar paiton probolinggo dapat dilihat pada Gambar 1. dibawah ini

.
Gambar 1. Peta Lokasi Kamila Garden
Sistem penyiraman tanaman hias otomatis berbasis mikrokontroler adalah sebuah perangkat cerdas yang dirancang untuk menjaga kelembaban tanah tanaman hias pada tingkat optimal tanpa campur tangan manusia secara terus-menerus(Royong, 2024). Sistem ini memanfaatkan teknologi mikrokontroler sebagai "otak" utama yang mengontrol seluruh operasi, mulai dari pembacaan data sensor hingga pengaktifan aktuator(Wibowo, 2010). Tujuan utamanya adalah memastikan tanaman mendapatkan air yang cukup, mencegah kekurangan air (kekeringan) maupun kelebihan air (genangan), yang keduanya dapat merusak tanaman.(Akbar & Borman, 2021)
Mikrokontroler:sebagai pusat kendali dan pemroses data. Mikrokontroler menerima input dari sensor, memprosesnya berdasarkan program yang telah ditanamkan, dan mengirimkan sinyal output untuk mengendalikan aktuato(Robi & Khoir, 2022)r. Sensor Kelembaban Tanah sebagai mengukur tingkat kelembaban tanah di sekitar akar tanaman(Rahardjo, 2022). Sensor ini umumnya bekerja dengan mengukur konduktivitas listrik tanah; semakin tinggi kelembaban, semakin baik konduktivitasnya(Tijaniyah, Deswita Laelatul Fitria, 2023). Pompa Air Mini berfungsi sebagai mengalirkan air dari wadah penampung ke tanaman. Pompa ini biasanya berjenis submersible (terendam dalam air) atau non-submersible, dengan tegangan rendah (misalnya 3V, 5V, atau 12V) yang sesuai dengan catu daya mikrokontroler atau modul relai(Rahardjo, 2022). Modul Relai (Relay Module) berperan sebagai sakelar elektronik yang memungkinkan mikrokontroler mengontrol perangkat berdaya tinggi (seperti pompa air) yang tidak dapat diaktifkan langsung oleh pin mikrokontroler karena perbedaan tegangan atau arus (YR et al., 2021). Mikrokontroler mengirimkan sinyal kecil ke relai, yang kemudian menutup atau membuka sirkuit pompa(Sulistiyanto et al., 2023).
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka permasalahan yang ingin dijawab melalui kegiatan pelatihan ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
.
Adapun tujuan dari pelatihan sistem kontrol penyiraman otomatis berbasis mikrokontroler ini adalah sebagai berikut:
BAB II
METODE PELAKSANAAN
Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu Metode Waterfall. Metode Waterfall merupakan suatu proses pengembangan perangkat lunak berurutan, di mana kemajuan dipandang sebagai terus mengalir ke bawah (seperti air terjun) melewati fase-fase perencanaan, pemodelan, implementasi (konstruksi) dan pengujian (Tijaniyah & Gusti, 2023). Kelebihan menggunakan metode air terjun (waterfall) adalah metode ini memungkinkan untuk departementalisasi dan kontrol. proses pengembangan model fase one by one, sehingga meminimalis kesalahan yang mungkin akan terjadi(Putri et al., 2019). Pengembangan bergerak dari konsep, yaitu melalui desain, implementasi, pengujian, instalasi, penyelesaian masalah, dan berakhir di operasi dan pemeliharaan (Rahardjo, 2022). Berikut ini adalah tahapan penelitian pada metode waterfall dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Tahapan Pelaksanaan PKM
Kegiatan pelatihan ini melibatkan Kamila Garden sebagai mitra utama yang berperan aktif dalam mendukung perencanaan hingga pelaksanaan program. Partisipasi mitra sangat penting dalam memastikan bahwa kegiatan berjalan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan serta tepat sasaran. Bentuk partisipasi mitra dapat diuraikan sebagai berikut:
Partisipasi aktif dari Kamila Garden sebagai mitra membuktikan bahwa kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha lokal, dan tim pelatih sangat penting untuk keberhasilan kegiatan berbasis teknologi tepat guna. Kolaborasi ini juga memperkuat potensi replikasi program serupa di lokasi lain yang menghadapi permasalahan serupa..
Kegiatan pelatihan dapat berjalan dengan lancar, efektif, dan sesuai tujuan maka perlu dilakukan pembagian peran yang jelas antara mitra (Kamila Garden) dan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Pembagian peran ini disusun berdasarkan kapasitas, kompetensi, dan peran masing-masing pihak sebagai berikut:
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pelatihan sistem penyiraman tanaman hias otomatis berbasis mikrokontroler yang dilaksanakan di Kamila Garden, Jalan Raya Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, telah berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang signifikan, baik dari aspek pengetahuan peserta, keterampilan teknis, maupun implementasi teknologi di lapangan. Hasil pelatihan dapat diuraikan sebagai berikut:
Berikut Tabel 1 yang merangkum jenis tanaman hias yang memerlukan penyiraman intensif, lengkap dengan ciri daun, kebutuhan air, dan frekuensi penyiraman yang disarankan:
Tabel 1. Jenis Tanaman Hias Yang Memerlukan Penyiraman Intensif
|
No |
Nsms Tanaman |
Ciri Daun |
Kebutuhan Air |
Frekuensi Penyiraman |
|
1 |
Calathea (Maranta) |
Daun berwarna-warni dengan pola mencolok |
Sangat tinggi |
Setiap hari atau tanah selalu lembap |
|
2 |
Monstera Deliciosa |
Daun besar dengan sobekan alami |
Tinggi |
3-4 kali per minggu, sesuaikan kelembaban tanah |
|
3 |
Peace Lily (Spathiphyllum) |
Daun hijau dengan bunga putih menyerupai kelopak |
Tinggi |
3-4 kali per minggu, siram saat permukaan tanah mulai kering |
|
4 |
Pakis (Bosto Fern) |
Daun kecil, lebat, |
Tinggi |
Setiap hari atau jaga kelembapan tinggi di udara dan tanah |
|
5 |
Begonia Rex |
Daun bertekstur dan warna mencolok |
Tinggi |
3-4 kali per minggu, hindari genangan air |
|
6 |
Syngonium |
Daun berbentuk panah, warna bervariasi |
Sedang hingga tinggi |
2-3 kali per minggu, saat tanah kering 1-2 cm di permukaan |
|
7 |
Aglaonema |
Daun lebar dengan pola warna-warni |
Sedang hingga tinggi |
2-3 kali per minggu, tanah harus tetap lembap |
|
8 |
Anggrek (Orchidaceae) |
Daun memanjang, oval, bulat telur,berbentuk hati. |
Sedang hingga tinggi |
2-3 kali per minggu, tanah harus tetap lembap |
|
9 |
Lidah Mertua (Sansevieria) |
Keras, sukulen (berdaging tebal), tegak, panjang, dan |
Sedang hingga tinggi |
2-3 kali per minggu, tanah harus tetap lembap |
Tanaman hias adalah segala jenis tumbuhan yang ditanam dan dipelihara dengan tujuan utama untuk dinikmati keindahan, keunikan, atau daya tariknya. Berbeda dengan tanaman pangan atau obat yang dibudidayakan untuk konsumsi atau manfaat fungsional, tanaman hias difokuskan pada nilai estetika yang mereka berikan. Estetika dan Dekorasi: Ini adalah fungsi utamanya, yaitu memperindah rumah, kantor, taman, atau ruang publik, menciptakan suasana yang lebih hidup dan asri. Peningkat Kelembaban Udara: Tanaman mengeluarkan uap air melalui proses transpirasi, yang dapat membantu meningkatkan kelembaban di dalam ruangan. Penarik Serangga (atau Pengusir Serangga): ekspor.Berikut ini Tabel 2. Jenis Tanaman hias beserta gambar nya.
Tabel 2. Jenis Tanaman Hias
|
No |
Nama Tanaman Hias |
Gambar |
|
1 |
Calathea (Maranta) |
|
|
2 |
Monstera Deliciosa |
|
|
3 |
Peace Lily (Spathiphyllum) |
|
|
4 |
Pakis (Bosto Fern) |
|
|
5 |
Begonia Rex |
|
|
6 |
Syngonium |
|
|
7 |
Aglaonema |
|
|
8 |
Anggrek (Orchidaceae) |
|
|
9 |
Lidah Mertua (Sansevieria) |
|
Berikut ini proses persiapan pelatihan sistem kontrol penyiraman tanaman hias otomatis bersama bapak rohim di stan kamila garden. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu 18 Juni 2025. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Kegiatan Bersih-Bersih Stan Bunga Kamila Garden
BAB IV
PENUTUP
Pengabdian kepada masyarakat ini memiliki kesimpulan sebagaimana yang telah dilaksanakan kegiatan pel;atihan sistem kontrol penyiraman tanaman hias otomatis berbasis mikrokontroler yaitu kegiatan pelatihan dilaksanakan di Kamila Garden, yang berlokasi di Jalan Raya Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Adapun tujuan kegiatan pelatihan ini adalah :
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, M., & Borman, R. I. (2021). Otomatisasi Pemupukan Sayuran Pada. Jurnal Teknik Dan Sistem Komputer (JTIKOM), 2(2), 15–28.
Putri, A. R., Suroso, & Nasron. (2019). Perancangan Alat Penyiram Tanaman Otomatis. Seminar Nasional Inovasi Dan Aplikasi Teknologi Di Industri (SENIATI), 5(2), 155–159.
Rahardjo, P. (2022). Sistem Penyiraman Otomatis Menggunakan Sensor Kelembaban Tanah Berbasis Mikrokontroler Arduino Mega 2560 Pada Tanaman Mangga Harum Manis Buleleng Bali. Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, 21(1), 31. https://doi.org/10.24843/mite.2022.v21i01.p05
Robi, A. N., & Khoir, A. S. (2022). 202-Article Text-558-2-10-20230922. 96–101.
Royong, G. (2024). Sosialisasi Lampu Penerang Jalan Berbasis Panel Surya Di Desa Karanganyar Paiton. 1(3), 141–150.
Samsugi, S., Mardiyansyah, Z., & Nurkholis, A. (2020). Sistem Pengontrol Irigasi Otomatis Menggunakan Mikrokontroler Arduino Uno. Jurnal Teknologi Dan Sistem Tertanam, 1(1), 17. https://doi.org/10.33365/jtst.v1i1.719
Sokop, S. J., Mamahit, D. J., Eng, M., & Sompie, S. R. U. A. (2016). Trainer Periferal Antarmuka Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno. Jurnal Teknik Elektro Dan Komputer, 5(3), 13–23. h
Sulistiyanto, Setyobudi, R., & Tijaniyah. (2023). Utilization of Tds Sensors for Water Quality Monitoring and Water Filtering of Carp Pools Using Iot. EUREKA, Physics and Engineering, 2023(6), 69–77. https://doi.org/10.21303/2461-4262.2023.002865
Tijaniyah, Deswita Laelatul Fitria, P. M. (2023). Implementasi Sistem Kontrol Dan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Pada Smart Akuaponik Untuk. Alinier Jurnal, 4(2). www.elektro.itn.ac.id
Tijaniyah, N. A., & Gusti, M. E. (2023). Pelatihan Penerapan Sistem Kontrol Pengering Ikan Asin Berbasis Multi Attribute Decision Making (MADM) dan Photovoltaic. 2(2), 251–262. https://journal.insankreasimedia.ac.id/index.php/JILPI
Wibowo, H. (2010). Madm-Tool : Aplikasi Uji Sensitivitas Untuk Model Madm Menggunakan Metode Saw Dan Topsis. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi, 2010(Snati), 1907–5022.
YR, K. P., Suppa, R., & Muhallim, M. (2021). Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis Arduino. Jurasik (Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika), 6(1), 1. https://doi.org/10.30645/jurasik.v6i1.266
Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291
Lembaga Pusat Layanan Masyarakat