UNUJA - Lembaga Pusat Layanan Masyarakat
Rabu, 20 Mei 2026
Diakses: 22 kali
L A P O R A N
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENDAMPINGAN “ GERAKAN REMAJA SADAR ANEMIA : EDUKASI DAN SKRINING KESEHATAN “
Disusun oleh:
|
Ketua Tim |
: |
S. TAURIANA |
NIDN.0717038706 |
|
Anggota |
: |
ZIYADATUL INAYAH |
NIM. 2231800069 |
|
Anggota |
: |
SYLMAZA VIRATUS ZAKIA |
NIM. 2231800076 |
|
Anggota |
: |
VIRLYNA DWI RAHMADIVA |
NIM. 2231800047 |
|
Anggota |
: |
SELYNA ARIFATUL HUZZAINI |
NIM. 2231800064 |
Lembaga Penerbitan, Pengabdian, dan
Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M)
Universitas Nurul Jadid
Paiton Probolinggo
Tahun 2025
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENDAMPINGAN “ GERAKAN REMAJA SADAR ANEMIA : EDUKASI DAN SKRINING KESEHATAN “
Abstrak. Anemia disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya yaitu pengetahuan remaja tentang anemia. Simanungkalit dan Simarmata (2019) menyatakan bahwa remaja putri yang berpengetahuan kurang tentang anemia beresiko 3,3 kali lebih besar mengalami anemia.Anemia pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya di atas 20%. Remaja yang anemia akan mengalami penurunan kemampuan untuk konsentrasi dan belajar. Remaja putri lebih rentan mengalami anemia dibandingkan dengan remaja putra dikarenakan ada siklus menstruasi. Menurut data hasil Riskesdas tahun 2018, prevalensi anemia pada remaja sebesar 32% artinya 3 – 4 dari 10 remaja menderita anemia. Metode pengabdian yang dipakai pada kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi yakni penyuluhan tentang Anemia Defisiensi Besi dan skrining Anemia Defisiensi Besi yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan UNUJA. Jumlah remaja yang mengikuti kegiatan: 30 orang Usia: 13–18 tahu, Jenis kelamin: Perempuan. Hasil Edukasi Pre-test Pengetahuan Anemia: Rata-rata skor : 55 Post-test Pengetahuan Anemia: Rata-rata skor : 85Peningkatan rata-rata pengetahuan: 30 poin. Dari hasil skrining di dapatkan Animea ringan 9 orang, normal 21 orang, IMT Kurang dari normal 6, riwayat menstruasi lebih 7 hari 8 orang
Kata kunci: Remaja, Anemia, Skrining
Abstract. Anemia is caused by various factors, one of which is teenagers' knowledge about anemia. Simanungkalit and Simarmata (2019) stated that adolescent girls who have less knowledge about anemia are at 3.3 times greater risk of experiencing anemia. Anemia in adolescents is a public health problem because its prevalence is above 20%. Teenagers who are anemic will experience a decreased ability to concentrate and learn. Adolescent girls are more susceptible to anemia compared to adolescent boys due to their menstrual cycle. According to 2018 Riskesdas data, the prevalence of anemia in adolescents is 32%, meaning that 3 - 4 out of 10 adolescents suffer from anemia. The service method used in community service activities is in the form of education, namely counseling about Iron Deficiency Anemia and screening for Iron Deficiency Anemia carried out by UNUJA Health Faculty students
Keywords: Adolescents, Anemia, Screening
BAB I
LATAR BELAKANG
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang anemia, pentingnya konsumsi makanan bergizi, dan gaya hidup sehat, serta diperoleh data awal prevalensi anemia sebagai dasar tindak lanjut. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pembentukan kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah dan dapat direplikasi di sekolah lain dengan kondisi serupa.
BAB II
METODE PELAKSANAAN
Kegiatan ini dilakukan pada bulan Mei – Juni 2025 di Sekolah lingkungan PP Nurul Jadid. Jenis kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan skrining dektiksi awal pemeriksaan Hemoglobin.
Tahapan kegiatan program Pengabdian Kepada Masyarakat
|
Tahap
|
Kegiatan |
|
|
|
|
|
|
Waktu pelaksanaan di mulai bulai Mei – juni 2025, pembuatan laporan sevagai bentuk pertanggung jawaban dari pelaksanaan program untuk selanjutnya di publikasikan
Dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini, keterlibatan sangat penting guna menjamin keberhasilan dan keberlanjutan program. Sekolah menjadi mitra utama karena siswa merupakan sasaran langsung kegiatan. Koordinasi dengan guru dan wali kelas untuk mengatur kehadiran siswa dan mendapingin jalannya kegiatan saat memberikan edukasi dan skrining.
BAB III
HASIL SEMENTARA
Anemia merupakan kondisi pada saat jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin (Hb) di dalam darah berada di bawah angka normal. Pada remaja putri nilai ambang batas Hb pada kelompok umur 12 – 14 tahun adalah ≥12 g/dL. Kejadian anemia pada remaja putri di Indonesia berdasarkan hasil Riskesdas mengalami peningkatan yaitu 37,1% pada tahun 2013 menjadi 48,9% pada tahun 2018. Anemia disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya yaitu pengetahuan remaja tentang anemia. Simanungkalit dan Simarmata (2019) menyatakan bahwa remaja putri yang berpengetahuan kurang tentang anemia beresiko 3,3 kali lebih besar mengalami anemia.Anemia pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya di atas 20%. Remaja yang anemia akan mengalami penurunan kemampuan untuk konsentrasi dan belajar. Remaja putri lebih rentan mengalami anemia dibandingkan dengan remaja putra dikarenakan ada siklus menstruasi. Menurut data hasil Riskesdas tahun 2018, prevalensi anemia pada remaja sebesar 32% artinya 3 – 4 dari 10 remaja menderita anemia. Hal tersebut dipengaruhi oleh kebiasaan asupan gizi yang tidak optimal dan kurangnya aktivitas fisik
Pondok pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan yang siswanya tinggal bersama dalam bimbingan ustadz dan ustadzah. Biasanya santri tinggal bersama dalam sebuah asrama yang pengelolaannya di bawah pengurus pondok pesantren. Santriwati di pondok pesantren merupakan salah satu sasaran dalam program pencegahan anemia defisiensi besi pada remaja putri karena masuk dalam rentang umur 12 –18 tahun (Umriaty et al, 2022). Perlu adanya sebuah kegiatan berupa edukasi dan skrining anemia yang diperuntukkan kepada remaja di PP . Kegiatan ini menunjukkan bahwa masih terdapat remaja yang mengalami anemia ringan dan memiliki status gizi kurang. Edukasi yang diberikan terbukti efektif meningkatkan pemahaman mereka tentang anemia dan pentingnya pemenuhan zat besi.
Faktor-faktor risiko seperti durasi menstruasi yang panjang, asupan makan yang tidak mencukupi, dan kurangnya konsumsi tablet tambah darah menjadi pemicu utama. Keterlibatan sekolah dan orang tua sangat penting dalam mendukung perubahan perilaku remaja.
Deskripsi Kegiatan :
DAFTAR PUSTAKA
Cichocka, A. (2016). Understanding defensive and secure in-group positivity: The role Eprina, I., Septiwiyarsi, S., Habibah, U., Marlin, L., Mutianingsih, M., & Nurdini, R. (2025). Factors influencing the incidence of anemia in adolescents in Cinta Damai Village, West Tanjung Jabung in 2024. Journal of Educational Innovation and Public Health, 3(1), 55–67. https://doi.org/10.55606/innovation.v3i1.3451
Febianingsih, N. P. E., Putra, K. A. D., & Putra, G. Y. (2019). Prevalensi dan faktor risiko anemia pada remaja putri di SMAN I Abiansemal Badung. Bali Health Published Journal, 1(1), 52–62. https://doi.org/10.47859/bhpj.v1i1.102
Nasruddin, H., Syamsu, R. F., & Permatasari, D. (2021). Angka kejadian anemia pada remaja di Indonesia. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 1(4), 357–364. https://doi.org/10.59141/cerdika.v1i4.66
Utami, D. A., & Sari, R. P. (2022). Prevalence of anemia and correlation with knowledge, nutritional status, dietary habits among adolescent girls at Islamic boarding school. Jurnal Gizi Indonesia, 10(2), 85–92. https://doi.org/10.14710/jgi.10.2.85-92
Mirani, N., Syahida, A., & Khairurrozi, M. (2022). Prevalensi anemia defisiensi besi pada remaja putri di Kota Langsa. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 4(2), 45–52. https://doi.org/10.56338/mppki.v4i2.1486
Kusuma, T. U. (2022). Peran edukasi gizi dalam pencegahan anemia pada remaja di Indonesia: Literature review. Jurnal Surya Muda, 4(1), 61–78. https://doi.org/10.38102/jsm.v4i1.162
Lubis, A. F., Anggreini, A. L., Kulsum, A. U., & Kusumastuti, I. K. (2023). Anemia dan pola hidup remaja di Indonesia: Literature review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(2), 123–130. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i2.15328
Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291
Lembaga Pusat Layanan Masyarakat