Logo

UNUJA - Lembaga Pusat Layanan Masyarakat

PKM Penerapan Yoga Meditasi terhadap Mahasiswa Perawat

Bagikan:

Rabu, 20 Mei 2026

Diakses: 0 kali

Responsive image

P R O P O S A L

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PKM Penerapan Yoga Meditasi terhadap Mahasiswa Perawat

 

 

Disusun oleh:

 

Ketua Tim

:

Husnul Khotimah, Ns.,M.Kep.

NIDN/NIM.

Anggota

:

Ayu Jasmine

NIDN/NIM. 2031800009

Anggota

:

Ajeng Dui Samsida

NIDN/NIM. 2231800002

Anggota

:

Aldia Eka Rahmadhani

NIDN/NIM. 2331800002

Anggota

:

Aisyah

NIDN/NIM. 2231800051

Anggota

:

Aliefah An Nafil

NIDN/NIM. 2231800065

Anggota

:

Anti Kumala Sari

NIDN/NIM. 2231800055

Anggota

:

Ardella Nur Sabrina

NIDN/NIM. 2231800048

Anggota

:

Bela Aprillia S

NIDN/NIM. 2231800074

 

 

Lembaga Penerbitan, Pengabdian, dan

Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M)

Universitas Nurul Jadid

Paiton Probolinggo

Tahun 2025

 

PKM Penerapan Meditasi Yoga terhadap Mahasiswa Perawat

 

Abstrak

Mahasiswa keperawatan merupakan kelompok yang rentan mengalami stres, kecemasan, dan kelelahan mental akibat tekanan akademik dan praktik klinik, namun belum banyak memiliki akses atau pengetahuan tentang teknik manajemen stres yang efektif dan terstruktur. Permasalahan mitra dalam program ini adalah tingginya tingkat stres mahasiswa yang berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kualitas tidur, hingga potensi burnout, namun belum ada program pendampingan kesehatan mental berbasis teknik relaksasi yang diterapkan secara rutin. Bentuk pengabdian yang ditawarkan adalah program pelatihan dan pendampingan praktik yoga dan meditasi selama 4 minggu kepada mahasiswa keperawatan sebagai bentuk intervensi promotif-preventif terhadap gangguan psikologis ringan. Kegiatan dilakukan dalam bentuk edukasi, praktik langsung yoga dan meditasi terpandu 3 kali per minggu, serta evaluasi pre dan post program menggunakan kuesioner DASS-21 (Depression, Anxiety, Stress Scale).

Hasil dari pengabdian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada skor stres, kecemasan, dan depresi mahasiswa, yang dibuktikan melalui uji statistik Paired Sample T-Test dengan nilai signifikansi < 0,05 pada ketiga variabel. Program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental. Dengan demikian, penerapan meditasi yoga terbukti efektif sebagai solusi non-farmakologis dalam membantu mahasiswa keperawatan mengelola tekanan psikologis secara mandiri dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat direplikasi oleh institusi pendidikan sebagai bagian dari strategi promosi kesehatan mental mahasiswa.

Kata kunci: meditasi, yoga, mahasiswa keperawatan, kesehatan mental

Abstract

            Nursing students are a vulnerable group frequently exposed to stress, anxiety, and mental fatigue due to academic pressure and clinical practice, yet they often lack access to effective and structured stress management techniques. The partner's main issue in this program is the high level of psychological distress among students, which leads to decreased concentration, poor sleep quality, and a risk of burnout, with no existing structured mental health support or relaxation-based intervention. This community service program offered a solution in the form of training and guided practice of yoga and meditation over four weeks as a promotive-preventive approach to reduce mild psychological disorders. The activities included education, regular yoga-meditation sessions (three times per week), and pre- and post-program evaluation using the DASS-21 (Depression, Anxiety, and Stress Scale) instrument. The results showed a significant reduction in stress, anxiety, and depression scores, as evidenced by Paired Sample T-Test analysis with p-values < 0.05 across all variables.

This program also increased student awareness of the importance of maintaining mental well-being. In conclusion, the implementation of yoga and meditation is proven to be an effective, non-pharmacological solution to help nursing students manage psychological stress independently and sustainably. The program is recommended for replication in academic institutions as part of a broader student mental health promotion strategy.

Keywords: meditation, yoga, nursing students, mental health

 

 

BAB I

LATAR BELAKANG

 

Analisis Situasi

Mahasiswa keperawatan memiliki beban akademik dan psikologis yang tinggi akibat kombinasi antara tuntutan akademik, praktik klinik, dan tekanan sosial. Mereka tidak hanya dituntut menguasai teori keperawatan, tetapi juga harus mampu menghadapi situasi emosional di lapangan saat berinteraksi dengan pasien. Beban ini sering kali menyebabkan gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan kelelahan emosional. Berdasarkan studi Anggraini & Setyowati (2021), lebih dari 60% mahasiswa keperawatan mengalami tingkat stres sedang hingga tinggi selama menjalani perkuliahan dan praktik klinik. Sayangnya, belum banyak intervensi promotif atau preventif yang diterapkan secara sistematis untuk membantu mahasiswa mengelola tekanan psikologis tersebut.

Di sisi lain, yoga dan meditasi merupakan pendekatan non-farmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Studi Pascoe et al. (2017) menunjukkan bahwa praktik rutin yoga dan meditasi mampu menurunkan kadar kortisol serta meningkatkan keseimbangan sistem saraf otonom, yang berkontribusi pada peningkatan kondisi psikologis. Namun, penerapan yoga dan meditasi di lingkungan akademik keperawatan di Indonesia masih sangat terbatas. Berdasarkan kondisi ini, perlu adanya program pengabdian yang dapat menjawab kebutuhan mahasiswa akan metode manajemen stres yang praktis, terstruktur, dan berbasis bukti.


Rumusan Masalah

  1. Bagaimana kondisi tingkat stres, kecemasan, dan depresi pada mahasiswa keperawatan saat ini?
  2. Apakah penerapan yoga dan meditasi dapat menurunkan tingkat stres, kecemasan, dan depresi mahasiswa keperawatan?
  3. Bagaimana efektivitas pelatihan yoga dan meditasi sebagai upaya promotif-preventif terhadap gangguan kesehatan mental ringan pada mahasiswa?

Tujuan Pengabdian

  1. Menganalisis kondisi kesehatan mental mahasiswa keperawatan dengan instrumen DASS-21.
  2. Melaksanakan pelatihan dan pendampingan yoga dan meditasi sebagai bentuk intervensi psikologis non-farmakologis.
  3. Mengukur efektivitas program terhadap penurunan skor stres, kecemasan, dan depresi mahasiswa keperawatan.
  4. Meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental selama masa studi.

Manfaat Pengabdian

  • Bagi mahasiswa: Memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan teknik manajemen stres berbasis yoga dan meditasi; membantu menurunkan tekanan psikologis dan meningkatkan kualitas hidup.
  • Bagi institusi pendidikan: Menjadi contoh program penguatan kesehatan mental mahasiswa yang dapat diadopsi atau diintegrasikan ke dalam kurikulum non-akademik atau kegiatan kemahasiswaan.
  • Bagi masyarakat dan profesi keperawatan: Membentuk calon perawat yang lebih siap secara mental dalam menghadapi tantangan profesi, serta mendorong pendekatan keperawatan yang lebih holistik dan humanis.

a. Lokasi Mitra dan Kasus yang Terjadi (Didukung Fakta dan Data)

Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah mahasiswa Program Studi Keperawatan di salah satu perguruan tinggi kesehatan di Probolinggo, Jawa Timur. Mahasiswa berasal dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi, dan sebagian besar tinggal di lingkungan asrama kampus atau kos sekitar area institusi. Berdasarkan observasi awal dan hasil wawancara tidak formal, ditemukan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami gejala kelelahan mental dan emosional yang meningkat selama masa kuliah dan praktik klinik. Hal ini diperkuat dengan pengisian instrumen skrining awal menggunakan kuesioner DASS-21, yang menunjukkan bahwa lebih dari 60% mahasiswa mengalami stres sedang hingga tinggi.

Selain itu, ditemukan juga peningkatan kasus insomnia, overthinking, kehilangan motivasi belajar, dan beberapa mahasiswa menyatakan mengalami emosi tidak stabil atau burnout ringan. Mahasiswa tidak memiliki akses yang memadai terhadap layanan psikologis kampus dan belum ada program pendampingan berbasis pendekatan relaksasi seperti yoga atau meditasi.

b. Kondisi Sosial, Budaya, Kesehatan, dan Kehidupan Bermasyarakat

Secara umum, mahasiswa keperawatan memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan fisik, tetapi masih kurang memperhatikan kesehatan mental, karena adanya stigma bahwa stres atau kelelahan mental adalah hal biasa dalam pendidikan keperawatan. Budaya belajar yang kompetitif, jam belajar yang panjang, dan rotasi praktik klinik di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan membuat mahasiswa cenderung menekan emosi dan tidak memiliki waktu untuk pemulihan diri.

Dari segi kesehatan, sebagian mahasiswa mengeluh mudah sakit kepala, kelelahan kronis, sulit tidur, dan mudah marah, namun mereka jarang mencari pertolongan karena menganggap hal itu bukan prioritas. Di sisi lain, lingkungan kampus belum menyediakan program khusus yang mendukung relaksasi atau pemulihan mental mahasiswa secara rutin.

Permasalahan yang Dihadapi Saat Ini

Permasalahan utama mitra dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Masalah kesehatan mental yang meningkat: mayoritas mahasiswa mengalami stres dan kecemasan yang tidak terdeteksi secara formal.
  2. Tidak adanya program penanganan stres non-farmakologis seperti yoga dan meditasi yang terstruktur di kampus.
  3. Kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan emosi dan mental selama masa studi.
  4. Stigma terhadap gangguan psikologis masih cukup kuat, membuat mahasiswa enggan mencari bantuan profesional.
  5. Keterbatasan waktu dan fasilitas kampus untuk melakukan aktivitas relaksasi secara rutin.

d. Permasalahan Khusus Mitra

Permasalahan khusus yang dihadapi mitra adalah:

  • Ketidaksiapan mahasiswa dalam menghadapi tekanan praktik klinik karena lemahnya manajemen emosi.
  • Kecenderungan menyimpan masalah psikologis secara pribadi, sehingga terjadi penumpukan beban mental.
  • Belum adanya program penyeimbang psikis yang bersifat preventif dan edukatif sebagai bagian dari kegiatan non-akademik.

 

 

BAB II

METODE PELAKSANAAN

 

  1. Tahapan Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam beberapa tahapan yang disusun secara sistematis sebagai berikut:

a. Tahap Persiapan (Minggu 1)

  • Melakukan koordinasi internal tim pelaksana PKM.
  • Menghubungi mitra (pengelola program studi dan perwakilan mahasiswa).
  • Penyusunan materi edukasi dan panduan praktik yoga-meditasi.
  • Persiapan alat dan tempat kegiatan (ruang terbuka/asrama).
  • Menyusun kuesioner DASS-21 untuk pre-test dan post-test.

b. Tahap Sosialisasi dan Rekrutmen Peserta (Minggu 1)

  • Menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan kepada mitra.
  • Menyebarkan pamflet/undangan ke seluruh mahasiswa Prodi Keperawatan.
  • Seleksi dan pendaftaran peserta melalui formulir online.
  • Peserta diminta menandatangani informed consent.

c. Tahap Pelaksanaan Intervensi (Minggu 2–4)

  • Kegiatan dilaksanakan tiga kali dalam seminggu, selama empat minggu.
  • Setiap sesi terdiri dari:
    • 10 menit edukasi dan pemanasan
    • 30 menit yoga fisik (asana)
    • 10 menit teknik pernapasan (pranayama)
    • 10 menit meditasi terpandu (mindfulness)
  • Pelaksanaan dipandu oleh instruktur yoga bersertifikat.
  • Dokumentasi dilakukan dalam bentuk foto dan video.

d. Tahap Evaluasi (Minggu ke-5)

  • Peserta mengisi kuesioner post-test (DASS-21).
  • Diskusi kelompok terfokus (FGD) tentang pengalaman peserta.
  • Analisis hasil pre dan post dengan uji Paired Sample T-Test.

e. Tahap Pelaporan dan Publikasi (Minggu ke-6)

  • Penyusunan laporan kegiatan pengabdian.
  • Publikasi hasil kegiatan melalui media kampus dan jurnal pengabdian.
  • Penyerahan hasil evaluasi kepada institusi mitra.

2. Partisipasi Mitra

Mitra dalam kegiatan ini adalah mahasiswa aktif Program Studi Keperawatan. Partisipasi mitra meliputi:

  • Menyediakan waktu dan komitmen mengikuti seluruh sesi program.
  • Memberikan masukan dan refleksi selama dan setelah kegiatan.
  • Menyediakan ruang kegiatan (aula kampus atau asrama).
  • Menjadi responden dalam pre-test dan post-test.

Dukungan dari pihak institusi pendidikan juga penting dalam bentuk:

  • Memberikan izin kegiatan.
  • Mendorong keikutsertaan mahasiswa.
  • Memfasilitasi evaluasi dan diseminasi hasil.

3. Peran dan Tugas Anggota Tim Pelaksana

a. Ketua Tim (Mahasiswa)

  • Memimpin dan mengelola seluruh rangkaian kegiatan.
  • Bertanggung jawab terhadap koordinasi dengan mitra dan institusi.
  • Menyusun laporan kegiatan dan administrasi.

b. Anggota 1 (Mahasiswa)

  • Menyusun materi edukatif dan membantu praktik yoga.
  • Mengelola dokumentasi foto dan video kegiatan.
  • Mendampingi sesi dan mencatat kehadiran peserta.

c. Anggota 2 (Mahasiswa)

  • Menyebarkan dan mengelola kuesioner pre dan post test.
  • Melakukan analisis data dan pembuatan grafik hasil.
  • Membantu pelaksanaan FGD dan penyusunan laporan evaluasi.

d. Dosen Pendamping

  • Memberikan bimbingan teknis dan akademik.
  • Memvalidasi materi dan pendekatan intervensi.
  • Memberikan supervisi selama kegiatan berlangsung dan saat evaluasi.

Dengan struktur pelaksanaan yang sistematis dan berbasis masalah mitra, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata terhadap permasalahan kesehatan mental mahasiswa keperawatan secara efektif dan berkelanjutan.

 

 

 

 

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Deskripsi Pelaksanaan Solusi

Kegiatan pengabdian dimulai dengan tahap identifikasi masalah melalui penyebaran kuesioner DASS-21 yang diikuti oleh 43 mahasiswa keperawatan semester 2 hingga semester 6. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 67% peserta mengalami tingkat stres sedang hingga tinggi, 53% mengalami kecemasan, dan 28% mengalami gejala depresi ringan.

Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah intervensi rutin berupa praktik meditasi dan yoga selama empat minggu. Pelaksanaan dibagi menjadi tiga sesi per minggu yang meliputi kombinasi teknik peregangan tubuh (yoga), pernapasan, dan meditasi kesadaran penuh (mindfulness). Sesi dilaksanakan di aula kampus dan asrama dengan panduan instruktur yoga bersertifikat.

Peserta menunjukkan komitmen yang baik dengan tingkat kehadiran rata-rata mencapai 86%. Sesi-sesi yang diberikan tidak hanya fokus pada gerakan fisik, tetapi juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya kesadaran emosional, pengelolaan stres, serta hubungan antara postur tubuh dan ketenangan pikiran.

Dokumentasi dilakukan melalui foto, video, dan pencatatan kehadiran serta evaluasi singkat pasca tiap sesi. Umpan balik dari peserta dikumpulkan melalui form refleksi mingguan dan diskusi kelompok terfokus (FGD).

Evaluasi Program

Evaluasi utama dilakukan menggunakan instrumen DASS-21 yang diukur kembali pada akhir program. Hasil analisis statistik menggunakan uji Paired Sample T-Test menunjukkan:

  • Skor rata-rata stres turun dari 20,3 menjadi 14,7 (p < 0,05)
  • Skor kecemasan menurun dari 16,5 menjadi 11,3 (p < 0,05)
  • Skor depresi turun dari 12,7 menjadi 9,2 (p < 0,05)

Penurunan skor tersebut menunjukkan bahwa intervensi memiliki dampak signifikan terhadap kondisi psikologis peserta. Selain itu, peserta mengaku mengalami peningkatan kualitas tidur, konsentrasi belajar, dan kemampuan mengelola emosi secara mandiri.

Hasil FGD mengungkap bahwa sebagian besar peserta merasa lebih tenang, lebih terorganisir, dan tertarik untuk melanjutkan praktik yoga-meditasi secara mandiri. Beberapa peserta bahkan mengusulkan agar kegiatan serupa diadakan secara rutin oleh kampus.

Program Tindak Lanjut

Berdasarkan hasil positif kegiatan ini, disusunlah rencana tindak lanjut sebagai berikut:

  1. Menyerahkan laporan hasil kegiatan dan rekomendasi kepada institusi mitra (program studi keperawatan).
  2. Mengembangkan modul singkat berisi panduan meditasi yoga harian untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan praktik mandiri.
  3. Menjalin kerja sama dengan unit kegiatan mahasiswa atau pusat konseling kampus untuk mengadakan sesi yoga dan meditasi rutin.
  4. Menyusun artikel ilmiah berbasis hasil kegiatan untuk dipublikasikan dalam jurnal pengabdian.

Dengan adanya tindak lanjut tersebut, diharapkan kebermanfaatan program ini dapat berkelanjutan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat secara mental bagi mahasiswa keperawatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

 

Program PKM ini menunjukkan bahwa penerapan meditasi yoga dapat menjadi solusi efektif dan terjangkau untuk membantu mahasiswa keperawatan dalam mengelola stres, kecemasan, dan gejala depresi. Hasil uji statistik menguatkan bahwa perubahan signifikan terjadi setelah intervensi dilakukan secara rutin. Implikasi dari kegiatan ini adalah perlunya pendekatan holistik dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa, khususnya mereka yang berada dalam lingkungan akademik dengan tekanan tinggi.

Namun, keterbatasan program ini terletak pada jangka waktu intervensi yang singkat serta keterlibatan peserta yang belum merata pada seluruh jenjang semester. Oleh karena itu, ke depan disarankan agar program ini diperluas secara institusional dan dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan unit konseling kampus atau organisasi kemahasiswaan. Selain itu, pelatihan fasilitator internal dapat menjadi langkah strategis untuk menjamin keberlangsungan program serupa secara mandiri dan terstruktur.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Wiryanatha. 2019. Sehat Dalam Ayurweda. URL: https://ejournal.unhi.ac.id/index.php/w idyakesehatan/article/view/276/22. Diakses pada tanggal 10 November 2022.

Sena, I Gusti Made Widya. 2020. Pranayama Sebagai Praktek Dalam Mencegah Virus. Jurnal dan Yoga Kesehatan 3 (1). 1-12.

Lubis, Nur Rahmawati. 1970. Tolong Aku Stres. URL: https://www.lptui.com/artikel. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2022

Donder, I Ketut. 2023. Meditasi Bio Energi Ratu Bagus: Meditasi Tarian Jiwa, Spiritual Holistik dan Pembangkit Kesadaran Kosmik.

Rudiarta, I. W. (2021). Yoga Sebagai Upaya Mencapai Kesehatan Mental (Kajian Yoga Sutra Patanjali). Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja, 5(1), 57-66.

Wijayanti, N. P. D. H, et al. (2022). Hubungan Kematangan Emosi dan Gangguan Psikosomatis Pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa. Aesculapius Medical Jurnal. 1(2)

Muslim, M. (2020). Manajemen stress pada masa pandemi covid-19. ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis, 23(2), 192-201.

Rudiarta, I. W. (2020). Catur Paramita Sebagai Pendekatan Latihan Yoga Asana di STAHN Gde Pudja Mataram. Media Bina Ilmiah, 14(11), 3345-3356.

Yuliandari, N. P. S. (2022). Pendidikan Yoga Asana Sebagai Aktivitas Remaja Hindu Dalam Meningkatan Kualitas Diri. Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 2(1), 27-35.

Wati, D. E., Mustikasari, M., & Panjaitan, R. U. (2020). Post Traumatic Stress Disorder Description in Victims of Natural Post Eruption Of Merapi One Decade. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 3(2), 101-112.

 

Berita Terkait

PKM Penerapan Yoga Meditasi terhadap Mahasiswa Perawat

Rabu, 20 Mei 2026

Optimalisasi Pembinaan Al-Qur’an Melalui Peran Aktif Wali Asuh di Asrama Pondok Mahasiswa Pondok Pesantren Nurul Jadid

Rabu, 20 Mei 2026

Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291

Lembaga Pusat Layanan Masyarakat

© 2023 Universitas Nurul Jadid