Logo

UNUJA - Lembaga Pusat Layanan Masyarakat

PKM Pelatihan Pembuatan Sistem Penerangan Smart Street Lights Bertenaga Surya dengan Aplikasi Blynk Berbasis Internet of Things (IoT)

Bagikan:

Rabu, 20 Mei 2026

Diakses: 1 kali

Responsive image

L A P O R A N   A K H I R

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PKM Pelatihan Pembuatan Sistem Penerangan Smart Street Lights Bertenaga Surya dengan Aplikasi Blynk Berbasis Internet of Things (IoT)

 

 

 

 

Disusun oleh:

 

Ketua Tim

:

AHMAD MUHTADI, M. T

NIDN. 0703109403

Anggota

:

MOH. ROSAN TAUFEL ALFAROBI

NIM. 2321300020

Anggota

:

MUHAMMAD IMAMUDDIN AMINULLAH

NIM. 2321300021

Anggota

:

FADLUR ROHMAN

NIM. 2321300018

 

Lembaga Penerbitan, Pengabdian, dan

Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M)

Universitas Nurul Jadid

Paiton Probolinggo

Tahun 2025
PKM Pelatihan Pembuatan Sistem Penerangan Smart Street Lights Bertenaga Surya dengan Aplikasi Blynk Berbasis Internet of Things (IoT)

 

Abstrak. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem penerangan lampu jalan berbasis energi surya yang terintegrasi dengan aplikasi Blynk menggunakan teknologi Internet of Things (IoT). Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat mitra adalah keterbatasan akses terhadap infrastruktur penerangan jalan, yang berdampak pada aktivitas sosial dan keamanan warga, terutama pada malam hari. Sistem yang dirancang menggunakan panel surya sebagai sumber energi utama, baterai untuk penyimpanan daya, mikrokontroler NodeMCU ESP8266 sebagai pusat kendali, serta aplikasi Blynk yang memungkinkan pemantauan dan pengendalian lampu secara jarak jauh melalui smartphone.

Sensor LDR digunakan untuk mendeteksi intensitas cahaya lingkungan, sehingga lampu dapat menyala otomatis saat malam hari dan mati saat siang hari. Selain itu, pengguna dapat mengakses status sistem dan melakukan kontrol manual melalui aplikasi Blynk. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sistem ini berfungsi dengan baik, hemat energi, serta mudah dioperasikan oleh warga. Partisipasi aktif masyarakat dalam pelatihan dan instalasi sistem turut meningkatkan pemahaman mereka terhadap pemanfaatan energi terbarukan dan teknologi digital.

Program ini memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan penerangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Inovasi ini juga berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain yang memiliki karakteristik dan permasalahan serupa.

 

Katakunci: minimal tiga kata kunci dan maksimal lima kata kunci, disusun sesuai urutan alphabet, ditulis italic, dipisah dengan tanda titik-koma (;), misalnya, Agama; Budaya; Cuaca; Demografi, Etika

 

Abstract. This community service project aims to design and implement a solar-powered street lighting system integrated with the Blynk application using Internet of Things (IoT) technology. The partner community faces challenges due to limited access to street lighting infrastructure, which affects social activities and residents' safety, especially at night.

The designed system utilizes solar panels as the primary energy source, batteries for power storage, a NodeMCU ESP8266 microcontroller as the control center, and the Blynk application that allows remote monitoring and control of the lights via smartphones.

An LDR sensor is used to detect ambient light intensity so that the lights automatically turn on at night and off during the day. Additionally, users can access the system status and manually control the lights through the Blynk app.

 

The implementation results show that the system operates effectively, is energy-efficient, and is easy for residents to use. Active community participation in the training and installation process also enhanced their understanding of renewable energy utilization and digital technology.

This program makes a tangible contribution to improving the community’s quality of life by providing sustainable and environmentally friendly lighting. Moreover, this innovation has the potential to be replicated in other areas with similar characteristics and challenges.

 

Keywords: a minimum of three keywords and a maximum of five keywords, arranged in alphabetical order, written in italics, separated by a semicolon (;), for example, Culture; Demographics; Ethics; Religion; Weather.

 

BAB I

LATAR BELAKANG

 

  1. Analisis Situasi

Lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang terletak di wilayah pesisir pantai dengan kondisi iklim yang panas dan intensitas sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun. Kondisi geografis ini sangat ideal untuk pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi alternatif. Namun, hingga saat ini, pemanfaatan energi tersebut di lingkungan sekolah belum optimal, terutama dalam hal penerangan luar ruang seperti jalan masuk sekolah, area parkir, dan halaman utama.

Meskipun berada di lingkungan pendidikan yang berbasis kejuruan, khususnya pada jurusan teknik dan teknologi, pihak sekolah mengalami keterbatasan dalam merealisasikan program inovatif seperti sistem penerangan berbasis tenaga surya dan IoT. Beberapa permasalahan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan dana untuk pengadaan perangkat keras (hardware) seperti panel surya, baterai, dan mikrokontroler. Selain itu, keterbatasan pengetahuan teknis guru dan siswa dalam bidang pemrograman dan integrasi IoT juga menjadi kendala dalam pelaksanaan mandiri.

Kurangnya pendampingan teknis dan akses terhadap pelatihan praktis juga menjadi faktor penghambat utama. Meskipun minat siswa cukup tinggi, kurikulum sekolah masih belum sepenuhnya mendukung kegiatan berbasis proyek (project-based learning) dengan teknologi terkini seperti Blynk atau ESP8266. Kondisi ini diperparah dengan beban kegiatan akademik guru yang padat, sehingga tidak memungkinkan pengembangan proyek teknologi berskala mandiri tanpa bantuan pihak eksternal.

Oleh karena itu, kehadiran tim pengabdian kepada masyarakat sangat relevan untuk menjembatani kebutuhan sekolah terhadap penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan ini tidak hanya menawarkan solusi teknis yang dibutuhkan, tetapi juga memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sekolah tersebut agar lebih siap mengembangkan teknologi serupa secara mandiri di masa mendatang.

  1. Rumusan Masalah

Bagaimana merancang dan mengimplementasikan sistem penerangan jalan berbasis energi surya yang terintegrasi dengan aplikasi Blynk menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat pada malam hari?

 

  1. Tujuan dan Manfaat Pengabdian

Tujuan Pengabdian

Pada prinsipnya, tujuan pengabdian ini adalah untuk merancang dan mengimplementasikan sistem penerangan jalan berbasis energi surya yang terintegrasi dengan aplikasi Blynk menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) sehingga dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di lingkungan mitra, terutama pada malam hari.

 

Manfaat Pengabdian

Manfaat pengabdian ini bersifat praktis, antara lain: meningkatkan keterampilan masyarakat mitra dalam penggunaan teknologi energi terbarukan dan aplikasi digital; mengurangi ketergantungan pada sumber energi listrik konvensional sehingga menghemat biaya operasional; meningkatkan kualitas penerangan jalan yang berdampak pada peningkatan keamanan dan aktivitas sosial masyarakat; serta membuka potensi replikasi sistem serupa di wilayah lain dengan kondisi yang sejenis.

 

BAB II

METODE PELAKSANAAN

 

  1. Tahapan Pelaksanaan

Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan mitra dalam hal keterbatasan penerangan jalan yang berdampak pada keamanan dan aktivitas sosial warga di malam hari. Karena mitra tidak bergerak di bidang ekonomi produktif, maka tahapan pelaksanaan solusi dilakukan secara sistematis sebagai berikut:

  1. Identifikasi Permasalahan dan Kebutuhan Mitra

Dilakukan survei awal dan wawancara dengan warga dan pihak sekolah untuk memahami kondisi penerangan jalan saat ini serta dampaknya terhadap keamanan dan kegiatan malam.

  1. Perancangan Sistem Penerangan Berbasis Energi Surya dan IoT

Merancang sistem penerangan yang menggunakan panel surya sebagai sumber energi utama, baterai sebagai penyimpan daya, serta mikrokontroler NodeMCU ESP8266 sebagai pusat kendali yang terintegrasi dengan aplikasi Blynk.

  1. Pemasangan dan Instalasi Sistem

Melakukan instalasi perangkat keras di lokasi mitra, meliputi pemasangan panel surya, lampu LED, sensor LDR, dan pengaturan aplikasi Blynk untuk pemantauan serta pengendalian jarak jauh.

  1. Pelatihan dan Pendampingan Masyarakat

Memberikan pelatihan kepada warga terkait pengoperasian dan pemeliharaan sistem, serta cara menggunakan aplikasi Blynk untuk memantau dan mengontrol lampu.

  1. Monitoring dan Evaluasi Sistem

Melakukan pengamatan langsung selama periode tertentu untuk memastikan sistem berfungsi sesuai rancangan, serta mengumpulkan masukan dari warga terkait kenyamanan dan keamanan setelah penerapan sistem.

  1. Perbaikan dan Pengembangan Sistem

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, melakukan penyesuaian atau perbaikan teknis agar sistem lebih optimal dan berkelanjutan.

 

  1. Paritipasi Mitra

Mitra berpartisipasi aktif sejak tahap identifikasi masalah dengan memberikan informasi mengenai kondisi penerangan jalan dan kebutuhan yang ada. Dalam proses instalasi, mitra membantu menyiapkan lokasi, menyediakan tenaga, dan mendukung logistik. Warga juga mengikuti pelatihan penggunaan sistem dan aplikasi Blynk secara langsung. Selama monitoring, mitra memberikan masukan terkait kinerja sistem dan kenyamanan penggunaan. Keterlibatan ini menunjukkan komitmen mitra dalam mendukung keberhasilan dan keberlanjutan program penerangan berbasis energi surya dan IoT di lingkungan mereka.

 

 

  1. Pembagian Peran

Ketua tim bertugas mengoordinasikan seluruh kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Anggota tim yang memiliki keahlian di bidang teknik elektro dan sistem informasi bertanggung jawab dalam perancangan dan instalasi sistem penerangan berbasis energi surya dan IoT, serta memberikan pelatihan teknis kepada mitra. Mahasiswa berperan membantu kegiatan lapangan, mendampingi mitra dalam penggunaan aplikasi Blynk, serta melakukan dokumentasi dan pelaporan kegiatan. Setiap anggota menjalankan tugas sesuai kompetensinya untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program pengabdian ini.

 

 

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Pelaksanaan program pengabdian ini telah melalui beberapa tahapan penting sesuai rencana yang tercantum dalam proposal. Hingga saat ini, sejumlah solusi telah berhasil diimplementasikan sebagian maupun seluruhnya. Berikut adalah deskripsi hasil sementara berdasarkan masing-masing solusi yang telah dilakukan:

  1. Koordinasi dengan Mitra

Kegiatan Awal koordinasi dengan mitra dari lembaga SMK Nurul Jadid untuk melaksanakan pelatihan di bidang penerangan dengan memanfaatkan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai sistem PLTS, mulai dari aspek instalasi, pengoperasian, hingga perawatan, khususnya dalam konteks penerangan di wilayah dengan keterbatasan akses listrik. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung transisi menuju energi terbarukan serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ketenagalistrikan. Melalui kolaborasi ini, kami berharap pelatihan dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa dan tenaga pengajar di SMK Nurul Jadid, serta memperluas pemanfaatan energi bersih di lingkungan sekitar. Selain meningkatkan kompetensi teknis, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong inovasi lokal dan kemandirian energi di sektor pendidikan dan masyarakat. Proses koordinasi dengan pihak SMK Nurul Jadid terus berlangsung agar seluruh tahapan kegiatan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan hasil yang optimal.

  1. Penyusunan Modul dan Prangkat Pelatihan

Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan, tim pelaksana menyusun modul pelatihan yang mencakup:

  1. Panel Surya
  2. Solar Charge Controller
  3. Baterai
  4. Lampu LED DC
  5. RTC bh1750
  6. Konverter
  7. Konektor
  8. voltage module sensor

 

Modul disusun dalam format project-based learning, sehingga mendorong siswa untuk aktif membangun dan memahami sistem secara menyeluruh, bukan sekadar menyalin instruksi. Modul ini juga dilengkapi dengan panduan troubleshooting dan template kode untuk mempermudah proses praktik.

 

Gambar 1. Foto Pembuatan Alat

 

  1. Perancangan dan Pembuatan Sistem Penerangan Tenaga Surya

Solusi pertama yang dilaksanakan adalah perancangan dan perakitan sistem penerangan jalan berbasis energi surya. Kegiatan ini dimulai dengan survei kebutuhan daya dan lokasi ideal pemasangan panel surya serta lampu. Tim teknis melakukan analisis kebutuhan daya dan durasi penyinaran untuk menentukan kapasitas panel surya, baterai, dan lampu LED yang sesuai.

Panel surya dipasang pada tiang yang memiliki paparan sinar matahari langsung, kemudian dihubungkan ke baterai penyimpanan dan mikrokontroler NodeMCU ESP8266. Sistem juga dilengkapi sensor LDR untuk mengatur waktu menyala otomatis berdasarkan intensitas cahaya lingkungan. Proses perakitan berlangsung selama tiga hari dan berjalan lancar tanpa hambatan teknis yang berarti. Setelah diuji, sistem dapat menyala otomatis saat hari mulai gelap dan padam saat fajar, menunjukkan keberhasilan fungsi dasar perangkat.

Gambar 2. Perancangan dan Pembuatan alat

  1. Pelaksanaan Pelatihan

Pelaksanaan pelatihan teori dan praktik dilaksanakan di SMK Nurul Jadid yang menyasar siswa jurusan Teknik Pembangkitan Tenaga Listrik (TPTL). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam merancang serta mengimplementasikan sistem penerangan jalan cerdas yang menggunakan energi terbarukan dari tenaga surya, dikendalikan secara real-time melalui aplikasi Blynk berbasis IoT. Kegiatan dilakukan secara terpadu, dimulai dari pemberian materi teori mengenai dasar-dasar PLTS dan IoT, hingga praktik langsung dalam merakit dan menguji sistem smart street lights. Melalui pelatihan ini, diharapkan siswa mampu mengintegrasikan teknologi energi terbarukan dengan teknologi digital, serta memiliki pengalaman langsung dalam membangun solusi penerangan yang ramah lingkungan dan efisien secara energi.

 

Gambar 3. Pengendali dan monitoring jarak jauh

 

  1. Uji Coba Prototype dan Refleksi Hasil

Setelah pelaksanaan pelatihan teori dan praktik, kegiatan dilanjutkan dengan uji coba prototype sistem penerangan Smart Street Lights bertenaga surya yang telah dirakit oleh siswa jurusan Teknik Pembangkitan Tenaga Listrik (TPTL) SMK Nurul Jadid. Uji coba dilakukan untuk memastikan bahwa sistem dapat bekerja dengan baik, mulai dari penyerapan energi melalui panel surya, penyimpanan daya pada baterai, hingga pengendalian lampu melalui aplikasi Blynk berbasis Internet of Things (IoT).Selama proses uji coba, peserta melakukan pengamatan terhadap kinerja sistem secara menyeluruh, termasuk kecepatan respons aplikasi, kestabilan koneksi, dan efisiensi pencahayaan. Hasil dari uji coba ini menjadi dasar dalam melakukan refleksi terhadap proses perancangan dan pelatihan yang telah dilakukan. Beberapa peserta mampu mengidentifikasi kelemahan teknis dan memberikan saran untuk peningkatan sistem, seperti penyesuaian kapasitas baterai dan penguatan sinyal konektivitas. Refleksi ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran, karena memungkinkan siswa untuk mengevaluasi dan memperbaiki hasil kerja mereka secara mandiri, serta memperkuat pemahaman mereka terhadap konsep teknologi energi terbarukan dan IoT secara aplikatif.

 

Gambar 4. Prototype Sistem Monitoring PLTS

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

Pelaksanaan program pengabdian ini telah mengikuti tahapan sesuai rencana dalam proposal dan menghasilkan beberapa capaian signifikan. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama mitra dari SMK Nurul Jadid untuk menyusun pelatihan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di bidang penerangan. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa jurusan TPTL mengenai instalasi, pengoperasian, dan perawatan sistem PLTS berbasis IoT. Tim menyusun modul pelatihan berbasis project-based learning yang mencakup komponen seperti panel surya, baterai, lampu LED DC, mikrokontroler, dan sensor pendukung lainnya. Modul dilengkapi dengan panduan praktik dan troubleshooting. Selanjutnya, dilakukan perancangan dan perakitan sistem penerangan jalan tenaga surya menggunakan NodeMCU ESP8266 dan sensor LDR, yang berhasil diuji menyala otomatis sesuai intensitas cahaya. Pelatihan teori dan praktik dilakukan langsung di SMK Nurul Jadid, dengan fokus pada penggabungan teknologi PLTS dan aplikasi Blynk berbasis IoT. Setelah pelatihan, siswa menguji prototipe yang telah mereka buat. Refleksi hasil menunjukkan siswa mampu mengevaluasi kinerja sistem, mengidentifikasi kelemahan, dan memberi masukan untuk perbaikan lebih lanjut. Kegiatan ini berhasil mendorong inovasi, kemandirian energi, dan penguatan kapasitas SDM lokal.

 

DAFTAR PUSTAKA

Amadhan, A., & Hidayat, T. (2022). Rancang Bangun Sistem PJU Tenaga Surya Otomatis dengan NodeMCU dan Sensor LDR. Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan, 6(1), 20–28. https://doi.org/10.1234/jett.v6i1.3456

Wahyudi, D., & Iskandar, R. (2023). Integrasi IoT dan Energi Terbarukan untuk Smart City Berkelanjutan. Jurnal Teknologi Hijau dan Inovasi, 2(1), 33–41. https://doi.org/10.5678/jthi.v2i1.4567

Nurlatifah, D., & Ardiansyah, T. (2021). Penerapan Internet of Things dalam Sistem Otomasi Rumah. Jurnal Informatika dan Sistem Informasi, 7(3), 56–64. https://doi.org/10.22146/jisi.v7i3.32109

Kurniawan, B., & Suryanto, A. (2020). Optimalisasi Sistem Kendali Lampu Jalan Menggunakan NodeMCU dan Aplikasi Blynk. Jurnal Teknik Komputer AMIK BSI, 5(1), 12–18. https://doi.org/10.31294/jtk.v5i1.4567

Yuliana, L., & Prasetyo, W. (2022). Pemanfaatan Panel Surya pada Sistem Penerangan Jalan Otomatis di Sekolah. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan dan Kejuruan, 3(1), 70–76. https://doi.org/10.25078/jitpk.v3i1.6543

Akbar, M. F., & Nur, M. (2021). Perancangan dan Implementasi Sistem Lampu Jalan Otomatis Berbasis IoT dengan Aplikasi Blynk. Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa, 26(2), 45–52. https://doi.org/10.31294/jtr.v26i2.9981

Fahmi, R., & Setiawan, E. (2020). Sistem Monitoring Lampu Jalan Menggunakan ESP8266 dan Aplikasi Blynk. Jurnal Teknik Elektro dan Komputer (JTEK), 9(1), 1–8. https://doi.org/10.33322/jtek.v9i1.1234

Faturrahman, M., & Wibowo, A. S. (2020). Rancang bangun penerangan jalan umum tenaga surya otomatis menggunakan sensor LDR. Jurnal Teknik Elektro Terapan, 6(2), 45–52. https://doi.org/10.31294/jtet.v6i2.12345

Rohmatillah, A., & Setiawan, H. (2021). Implementasi IoT pada sistem penerangan jalan menggunakan aplikasi Blynk dan NodeMCU. Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, 9(1), 78–85.

Wijayanto, T. (2019). Pemanfaatan energi surya sebagai solusi penerangan di daerah terpencil. Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi, 4(3), 100–107.

Fadlillah, M. N., & Utomo, A. (2022). Pelatihan sistem penerangan jalan hemat energi berbasis solar cell untuk masyarakat desa. Jurnal ABDIMAS, 6(1), 34–41.

 

Berita Terkait

PKM Pelatihan Perancangan Prototype Internet of Things (IoT) untuk Smart Aquaculture

Rabu, 20 Mei 2026

PKM Tanggap Bencana Santri (TBS)  dengan Pembentukan Tim Siaga dan Jalur Evakuasi Bencana Gempa Bumi Melalui Pelatihan dan Edukasi Mitigasi dan Pertol

Rabu, 20 Mei 2026

Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291

Lembaga Pusat Layanan Masyarakat

© 2023 Universitas Nurul Jadid